Seo Services
Results for Kesehatan

Harga Obat Baru di AS Turun pada tahun 2025, Berkurangnya Terapi Gen Berbiaya Tinggi Jadi Faktor Utama

Juli 01, 2026




WASHINGTON – Harga peluncuran obat resep baru di Amerika Serikat mengalami penurunan pada tahun 2025 setelah mencapai rekor tertinggi pada tahun sebelumnya. Meski demikian, biaya obat-obatan inovatif yang dipasarkan tetap tergolong sangat tinggi, terutama untuk terapi penyakit langka dan kanker.

Berdasarkan laporan Reuters, median harga daftar (list price) tahunan obat baru yang disetujui regulator Amerika Serikat pada tahun 2025 tercatat sekitar US$216.000 atau sekitar Rp3,5 miliar per pasien per tahun (kurs Rp16.300 per dolar AS). Angka tersebut turun dibandingkan median harga pada tahun 2024 yang mencapai lebih dari US$370.000, namun masih jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Para analis menilai penurunan tersebut bukan disebabkan oleh perubahan strategi penetapan harga perusahaan farmasi ataupun kebijakan pemerintah, melainkan karena lebih sedikit terapi gen dan terapi sel berharga sangat mahal yang memperoleh persetujuan edar pada tahun 2025.

Sepanjang tahun yang lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) hanya menyetujui lima terapi gen dan terapi sel, lebih sedikit dibandingkan tujuh terapi yang disetujui pada masing-masing tahun 2023 dan 2024. Terapi jenis ini umumnya diberikan hanya satu kali, tetapi memiliki harga yang dapat mencapai jutaan dolar per pasien.


Obat Penyakit Langka Masih Mendominasi

Meskipun median harga menurun, rata-rata harga peluncuran obat baru pada tahun 2025 masih mencapai sekitar US$416.000 per tahun. Angka tersebut mencerminkan masih banyaknya obat inovatif yang ditujukan untuk menangani penyakit langka dan kondisi medis kompleks dengan pilihan terapi yang sangat terbatas.

Salah satu contohnya adalah terapi untuk sindrom Barth, penyakit genetik yang sangat langka, yang dipasarkan dengan harga mendekati US$800.000 per tahun. Di sisi lain, terdapat juga obat-obatan dengan harga jauh lebih rendah, seperti obat tetes mata untuk gangguan penglihatan seharga sekitar US$1.050 dan obat penurun kolesterol sekitar US$5.400 per tahun. Perbedaan harga tersebut membuat rata-rata keseluruhan tetap berada pada level yang tinggi.

Laporan tersebut disusun oleh firma riset 3 Axis Advisors yang menganalisis harga peluncuran 42 obat baru yang dipasarkan sepanjang tahun 2025. Analisis tidak mencakup vaksin, diagnostik produk, antibiotik yang digunakan sesekali, maupun potongan harga dan rabat yang biasanya dinegosiasikan antara produsen obat dengan perusahaan asuransi.


Obat Kimia Lebih Banyak Disetujui

Data menunjukkan lebih dari 67 persen obat baru yang disetujui FDA pada tahun 2025 merupakan obat berbasis molekul kecil (molekul kecil), seperti tablet atau kapsul berbahan kimia sintetis. Proporsi ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 62 persen.

Sebaliknya, obat biologi yang diproduksi dari sel-sel kehidupan cenderung lebih kompleks dan membutuhkan biaya penelitian serta produksi yang jauh lebih tinggi. Karena umumnya merupakan terapi pertama untuk suatu penyakit dan belum memiliki pesaing, perusahaan farmasi dapat menetapkan harga premium terhadap produk tersebut.


Kebijakan Pemerintah Dinilai Belum Berdampak Besar

Selama tahun 2025, industri farmasi juga menghadapi tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mendorong berbagai kebijakan untuk menekan harga obat resep di Amerika Serikat. Pemerintah bahkan mencapai sejumlah kesepakatan dengan perusahaan farmasi besar agar harga obat di AS lebih mendekati harga yang berlaku di negara-negara maju lainnya.

Namun, sejumlah pakar kesehatan menilai dampak kebijakan tersebut terhadap peluncuran obat baru masih sangat terbatas.

Peneliti kebijakan kesehatan dari Harvard Medical School, Dr. Benjamin Rome, mengatakan tren harga tidak dapat diukur hanya dari data satu tahun. Menurutnya, perubahan yang terjadi lebih dipengaruhi oleh jenis obat yang memperoleh persetujuan dibandingkan adanya perubahan mendasar dalam strategi penetapan harga industri farmasi.

Sementara itu, Geoffrey Joyce dari University of Southern California Schaeffer Center for Health Policy & Economics menilai berbagai upaya penurunan harga obat yang dilakukan pemerintah sejauh ini lebih bersifat simbolis dan belum memberikan dampak nyata terhadap keputusan perusahaan dalam menetapkan harga produk baru.


Pasien Masih Menghadapi Beban Biaya Tinggi

Pada tahun 2025, FDA menyetujui 51 obat baru, di sekelilingnya merupakan obat kanker. Lebih dari separuh obat yang disetujui juga berstatus Orphan Drugs, yaitu obat untuk penyakit langka yang menyerang kurang dari 200.000 orang di Amerika Serikat.

Status tersebut memberikan berbagai insentif kepada perusahaan farmasi, termasuk masa eksklusivitas pemasaran yang lebih panjang. Konsekuensinya, banyak produsen mematok harga tinggi untuk memperoleh keuntungan dari pasar yang relatif kecil.

Meskipun perusahaan farmasi berpendapat bahwa obat inovatif mampu mengurangi biaya perawatan jangka panjang melalui penurunan angka rawat inap dan kunjungan ke rumah sakit, para ahli menilai pasien tetap harus menanggung beban biaya yang sangat besar untuk memperoleh akses terhadap terapi terbaru.

Dengan perkembangan teknologi medis yang semakin pesat, tantangan terbesar bagi industri farmasi dan pemerintah adalah menemukan keseimbangan antara mendorong inovasi obat baru dan memastikan masyarakat dapat memperoleh akses terhadap pengobatan dengan harga yang lebih terjangkau.


Sumber: Reuters

indonesia Rayakan Momen Bersejarah: Negara Bebas Kekerasan dengan Fokus Pada Pendidikan dan Empowerment

Agustus 29, 2023

 


Tanggal: 30 Agustus 2023

Jakarta - Indonesia merayakan hari yang bersejarah dengan pengumuman resmi bahwa negara ini telah mencapai status bebas kekerasan. Dengan fokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan upaya kolaboratif lintas sektor, Indonesia telah berhasil mengatasi tantangan kekerasan yang pernah melanda negara ini.

Pemerintah Indonesia, bersama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga pendidikan, dan sektor swasta, telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk mengubah paradigma kekerasan menjadi budaya damai dan toleransi. Salah satu elemen kunci dari transformasi ini adalah penekanan pada pendidikan yang inklusif dan pemberdayaan masyarakat dari berbagai lapisan sosial.

Presiden Indonesia, dalam pidatonya pada perayaan ini, menekankan pentingnya pendidikan dalam merubah pola pikir dan perilaku masyarakat. "Kami telah belajar dari sejarah bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah arah suatu bangsa. Melalui kurikulum yang mendorong toleransi, empati, dan pemahaman lintas budaya, kami telah berhasil membentuk generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," kata Presiden.

Selain itu, pemerintah dan LSM telah meluncurkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya rentan terhadap konflik dan kekerasan. Program-program ini meliputi pelatihan keterampilan, bantuan akses terhadap lapangan pekerjaan, dan pelatihan kepemimpinan untuk membantu masyarakat meraih kemandirian ekonomi dan sosial.

Para tokoh masyarakat dan selebriti juga turut ambil bagian dalam kampanye ini dengan meluncurkan gerakan sosial di media sosial dengan tagar #IndonesiaTanpaKekerasan. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk berkomitmen terhadap budaya damai, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan konflik dengan dialog konstruktif.

Laporan statistik menunjukkan penurunan yang signifikan dalam angka kekerasan di seluruh negeri. Kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga, perkelahian antar kelompok, dan tindakan kekerasan lainnya telah mengalami penurunan tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun capaian ini sangat menggembirakan, banyak pihak mengakui bahwa pekerjaan masih harus terus dilakukan untuk memelihara budaya damai ini. Proses transformasi ini adalah upaya berkelanjutan yang melibatkan seluruh masyarakat Indonesia. Dengan kerja sama dan tekad bersama, Indonesia telah membuktikan bahwa perubahan positif adalah mungkin untuk dicapai, bahkan dalam situasi yang kompleks sekalipun.

Cegah DBD: Kowarteg Ganjar Gelar Edukasi Pembuatan Alat Fogging

Agustus 29, 2023

Jakarta, Senin, 28 Agustus 2023 - Dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus menjadi perhatian masyarakat, Kelompok Pemuda Tangguh (Kowarteg) yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menggelar sesi edukasi pembuatan alat fogging. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Mengatasi Ancaman DBD Melalui Edukasi

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Guna mengatasi masalah ini, Kelompok Pemuda Tangguh yang dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan kegiatan edukasi tentang pembuatan alat fogging.

Pentingnya Fogging dalam Pengendalian Nyamuk

Fogging adalah metode pengendalian nyamuk dengan menyemprotkan bahan kimia ke udara yang dapat membunuh nyamuk dewasa. Ini adalah tindakan penting dalam mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penyakit DBD. Edukasi pembuatan alat fogging bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang penggunaan alat ini secara efektif dan aman.

Kowarteg Ganjar Berperan sebagai Agen Perubahan

Kegiatan edukasi ini menunjukkan peran aktif Kowarteg di bawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo dalam memajukan masyarakat. Dengan memberikan pengetahuan tentang pembuatan dan penggunaan alat fogging, Kowarteg Ganjar turut membekali masyarakat dengan keterampilan yang berguna dalam menghadapi tantangan kesehatan seperti DBD.

Mendorong Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan DBD

Gubernur Ganjar Pranowo berharap bahwa kegiatan edukasi ini akan mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan DBD. Dengan mengetahui cara pembuatan dan penggunaan alat fogging, masyarakat dapat melibatkan diri dalam upaya bersama untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti dan mencegah penyebaran penyakit DBD.

Kolaborasi untuk Kesehatan Bersama

Kegiatan edukasi pembuatan alat fogging yang digelar oleh Kowarteg Ganjar merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama. Melalui pemahaman dan keterampilan yang diberikan, diharapkan masyarakat dapat mengambil bagian dalam memerangi DBD dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman dari risiko penyakit.

Dengan upaya seperti ini, Kowarteg Ganjar dan masyarakat secara bersama-sama mengambil langkah konkret dalam mengurangi beban penyakit DBD dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan inisiatif pencegahan penyakit yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Serahkan Insentif untuk 951 Nakes dan Kader Posyandu Kecamatan Gedangan

Agustus 05, 2023


 

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor kembali membagikan insentif kepada tenaga kesehatan dan kader kesehatan. Kali ini kepada mereka yang berada di Kecamatan Gedangan. Terdapat 951 orang tenaga kesehatan (naskes) dan kader kesehatan di Kecamatan Gedangan yang memperolehnya.

Jumat (4/8), insentif tersebut diserahkan bupati Sidoarjo di GOR Gedangan. Ikut hadir dalam penyerahannya Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Fenny Apridawati dan Camat Gedangan Inneke Dwi Setyawati

Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga kesehatan dan kader kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan selama ini. Penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasinya melayani masyarakat patut diberikan. Ada yang sudah 40 tahun lamanya menjadi kader posyandu. Jumlah kader seperti ini juga tidak sedikit. Di Kecamatan Gedangan ada 40 orang.

"Sebanyak 40 orang merupakan angka yang sangat besar dengan pengabdian selama 40 tahun seperti ini," ucap Gus Muhdlor.

Dia menambahkan, pemberian insentif seperti ini bentuk perhatian Pemkab Sidoarjo. Ia meminta tidak melihat dari nominalnya. Namun bentuk apresiasi yang diberikan kepada mereka yang mengabdi di bidang kesehatan. Selain itu, Pemkab Sidoarjo berencana memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan gratis kepada seluruh kader kesehatan.

Gus Muhdlor juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo saat ini mempunyai tugas yang amat berat. Kompleksitas masalah tidak dapat dihindari sebagai kabupaten penyangga ibu kota Provinsi Jawa Timur. Menurutnya hal seperti ini sangatlah wajar sebagai kabupaten dengan pertumbuhan yang pesat. Industrialisasi yang semakin masif dan jumlah penduduk yang semakin banyak, akan seiring dengan bertambahnya polusi.

Gus Muhdlor juga mengharapkan sinergi semua pihak untuk menuntaskan permasalahan kesehatan. Derap langkah pembangunan kesehatan dimintanya juga seirama. Dengan begitu ia yakin tujuan untuk mensejahterakan dan menyehatkan generasi emas menuju Indonesia emas 2024 akan lebih mudah (sadur radar sidoarjo).

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.