Seo Services

Bentrok Morowali, 21 TKA China Dipulangkan

Oktober 07, 2026

 

MOROWALI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah masih mendalami kericuhan yang melibatkan tenaga kerja asing (TKA) asal China dengan warga di kawasan PT Astima Konstruksi (Askon), Kabupaten Morowali. Dalam perkembangan terbaru, sebanyak 21 TKA China telah dipulangkan ke negara asalnya, sementara 53 TKA lainnya masih menjalani pemeriksaan polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Suryono mengatakan, 21 TKA yang dipulangkan merupakan pekerja PT Karyatama Konawe Utara (KKU). Mereka sebelumnya dievakuasi oleh aparat setelah terjadi kericuhan dengan pertimbangan keselamatan.


Setelah dilakukan pendalaman, polisi memastikan ke-21 TKA tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan kericuhan di kawasan PT Astima Konstruksi. Pemulangan mereka kemudian difasilitasi oleh perusahaan masing-masing.

Sementara itu, dari total 75 TKA yang sebelumnya dievakuasi, masih terdapat 53 orang yang menjalani pemeriksaan. Penyidik gabungan dari Polres Morowali dan Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah masih menggali keterangan untuk mengetahui fakta dan peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.


Selain 53 TKA yang diperiksa, seorang TKA lainnya masih mendapatkan perawatan medis akibat mengalami luka dalam kericuhan. Polisi masih memastikan kondisi korban sekaligus mengumpulkan keterangan yang dapat membantu proses penyelidikan.

Kericuhan tersebut sebelumnya terjadi di Desa Matarape, Kabupaten Morowali. Puluhan TKA dievakuasi ke Polda Sulawesi Tengah setelah situasi di sekitar kawasan perusahaan memanas. Evakuasi dilakukan untuk memberikan perlindungan sekaligus memungkinkan aparat melakukan pendataan dan pemeriksaan bersama pihak Imigrasi.


Peristiwa tersebut juga menimbulkan sejumlah korban luka. Berdasarkan keterangan kepolisian, enam orang mengalami luka akibat senjata tajam, terdiri dari lima warga lokal dan satu warga negara asing.

Tidak hanya menimbulkan korban luka, bentrokan juga menyebabkan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas dan kendaraan perusahaan. Lima mobil operasional dilaporkan rusak, sementara lima unit ekskavator dibakar dalam kericuhan tersebut.


Kericuhan disebut berkaitan dengan aksi protes warga terhadap dampak aktivitas perusahaan di sekitar permukiman. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah debu yang muncul akibat aktivitas pengangkutan material.

Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan antara warga dan pihak perusahaan. Polisi turun tangan untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi para TKA yang berada di kawasan tersebut guna mencegah terjadinya bentrokan yang lebih luas.


Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan keterangan saksi serta fakta yang ditemukan di lapangan. Status para TKA yang diperiksa juga masih dalam proses pendalaman dan belum berarti mereka dinyatakan sebagai pelaku.

Polda Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menjaga situasi tetap kondusif sambil menyerahkan proses hukum kepada aparat.


Dengan 21 TKA telah dipulangkan dan 53 lainnya masih diperiksa, polisi terus berupaya mengungkap secara menyeluruh penyebab kericuhan serta pihak-pihak yang diduga terlibat. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.


Sumber: CNN Indonesia

Ledakan Tabung Oksigen di Jakut, 1 Orang Tewas

Oktober 07, 2026

 

JAKARTA – Ledakan tabung oksigen terjadi di area PT Sinergi Berkat Gasindo, Jalan Pegangsaan Dua No. 103A, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (7/10/2026) sore. Insiden tersebut menyebabkan satu pekerja tewas dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Slamat Nur Alimin (19). Sementara korban lainnya, Tedi Irawan (47), mengalami sejumlah luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RS Gading Pluit.


Kapolsek Kelapa Gading Kompol Girindra Wardana mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika pekerja sedang melakukan proses pengisian tabung oksigen berukuran sekitar 48-50 kilogram dari tabung utama yang memiliki kapasitas sekitar 10 ton.

Berdasarkan keterangan saksi, proses pengisian tersebut sempat berlangsung sebelum ledakan terjadi. Slamat disebut sempat mundur satu langkah setelah menutup valve atau katup tabung oksigen. Tidak lama kemudian, terdengar suara ledakan keras yang disertai kepulan asap cokelat tebal di sekitar area pabrik.


Hantaman ledakan membuat Slamat mengalami luka serius di sekujur tubuh. Ia juga mengalami patah tulang iga serta cedera berat pada bagian kepala dan organ dalam. Nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, Tedi mengalami luka sobek pada bagian pundak kiri serta pembengkakan pada kaki kanan. Setelah kejadian, korban langsung mendapatkan pertolongan dan kemudian menjalani perawatan di rumah sakit.


Ledakan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Dampaknya juga dirasakan di sekitar lokasi kejadian. Pecahan besi akibat ledakan dilaporkan melayang hingga menembus kaca depan sebuah mobil pikap dengan nomor polisi B 9364 TAF.

Gelombang kejut juga menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah warga di sekitar lokasi. Rumah milik warga bernama Muniroh di RT 05/RW 02, Kelapa Gading, dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya ledakan.


Setelah menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang untuk membatasi area serta menjaga barang bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Tim identifikasi juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi. Polisi meminta keterangan sejumlah saksi guna mengetahui kronologi secara lebih rinci dan mengungkap penyebab pasti tabung oksigen tersebut dapat meledak.


Kapolsek Kelapa Gading menyatakan kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Pemeriksaan terhadap lokasi, barang bukti, serta keterangan saksi akan menjadi bagian dari penyelidikan untuk memastikan faktor yang menyebabkan ledakan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi ketika aktivitas pengisian oksigen sedang berlangsung di kawasan perusahaan. Polisi masih perlu memastikan apakah ledakan berkaitan dengan kondisi tabung, proses pengisian, peralatan yang digunakan, atau faktor lain.


Hingga kini, satu pekerja telah meninggal dunia dan satu pekerja lainnya masih menjalani perawatan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.


Sumber: CNN Indonesia, ANTARA

Prabowo Luncurkan Hilirisasi Rp180 Triliun di Maluku Utara

Oktober 07, 2026

 

MALUKU UTARA – Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026), untuk meluncurkan program hilirisasi industri dengan nilai investasi mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
Program tersebut dipusatkan di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Agenda utama kunjungan Prabowo mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus peluncuran 11 proyek hilirisasi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, dari 11 proyek yang diluncurkan, sebanyak empat proyek akan memasuki tahap pengoperasian secara komersial. Sementara tujuh proyek lainnya akan mulai dibangun sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri di kawasan tersebut.
Dengan demikian, kunjungan Prabowo tidak hanya menjadi agenda peresmian proyek yang sudah berjalan, tetapi juga menandai dimulainya pembangunan sejumlah industri baru. Pemerintah berharap pengembangan tersebut dapat memperkuat proses pengolahan sumber daya alam di dalam negeri sehingga menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik dari sektor hulu hingga hilir, terutama dengan memanfaatkan potensi mineral yang dimiliki Indonesia.
Kawasan IWIP sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan industri berbasis mineral kritis di Indonesia. Kehadiran berbagai fasilitas pengolahan di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik global.

Peluncuran investasi bernilai besar tersebut juga menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk mempercepat hilirisasi. Pemerintah ingin sumber daya alam tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi terlebih dahulu diolah di dalam negeri sehingga menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.
Selain meningkatkan nilai tambah, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Pembangunan fasilitas industri berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kegiatan usaha pendukung, serta memperluas kontribusi sektor industri terhadap perekonomian nasional.

Dalam kunjungan ke Maluku Utara, Prabowo didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko PMK Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Kunjungan ini juga berlangsung tidak lama setelah Prabowo melantik Bahlil sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM pada 1 Oktober 2026. Pembentukan koordinasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan program hilirisasi dan transisi energi yang menjadi bagian dari agenda pemerintah.

Bagi pemerintah, hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah. Pengembangan industri pengolahan di daerah penghasil sumber daya diharapkan membuat manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Dengan investasi sekitar Rp180 triliun dan 11 proyek yang diluncurkan, program di Halmahera Tengah menjadi salah satu langkah besar pemerintah dalam mendorong pengembangan industri bernilai tambah. Keberhasilan proyek tersebut nantinya akan menjadi salah satu indikator sejauh mana kebijakan hilirisasi mampu menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri global.

Sumber: CNN Indonesia, ANTARA

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie: Pemerasan Rp55 Miliar hingga TPPU

Oktober 07, 2026

 

JAKARTA – Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menghadapi dakwaan dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, jaksa mengungkap sejumlah dugaan perbuatan dan aliran harta bernilai ratusan miliar rupiah.

Salah satu poin utama dakwaan adalah dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian. Febrie didakwa meminta uang sebesar 5 juta dolar Singapura atau sekitar Rp55 miliar agar Tan Kian tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.


Menurut dakwaan jaksa, uang tersebut diserahkan melalui Ferry Yanto Hongkiriwang. Jaksa menduga pemberian uang itu berkaitan dengan posisi dan kewenangan Febrie ketika menangani perkara di lingkungan Kejaksaan Agung.

Selain perkara pemerasan, jaksa juga mendakwa Febrie dalam perkara TPPU. Dalam dakwaan tersebut, Febrie bersama sejumlah pihak disebut menerima dan menempatkan harta yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi selama periode 2020 hingga 2026.


Nilai harta yang disebut dalam dakwaan mencapai sekitar Rp346,74 miliar serta US$440.990. Dana tersebut diduga kemudian dialihkan melalui berbagai rekening, digunakan sebagai modal usaha, serta ditempatkan dalam bentuk aset dan investasi.

Jaksa juga mengungkap sejumlah aset yang menjadi bagian dari perkara tersebut. Di antaranya 74 kilogram emas batangan, uang dalam berbagai mata uang yang ditemukan dalam tiga brankas, serta aset berupa tanah, bangunan, kendaraan, saham dan berbagai bentuk kekayaan lainnya.


Dalam dakwaan, pola pencucian uang tersebut disebut dilakukan dengan menempatkan maupun memindahkan harta melalui sejumlah pihak dan badan usaha. Jaksa sebelumnya juga mengungkap keberadaan puluhan perusahaan dan yayasan yang diduga berkaitan dengan upaya menyamarkan asal-usul harta.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, sehingga aliran dana diduga dapat ditempatkan dalam kegiatan usaha dan investasi. Cara tersebut diduga dilakukan untuk membuat harta yang berasal dari tindak pidana terlihat seolah-olah berasal dari kegiatan bisnis yang sah.


Perkara ini tidak hanya menjerat Febrie. Dalam perkara TPPU, jaksa juga mendakwa Don Ritto alias Idon, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang. Keempatnya disebut terlibat dalam rangkaian transaksi dan pengelolaan harta yang menjadi objek perkara.

Jaksa menilai rangkaian transaksi tersebut berkaitan dengan upaya menyamarkan asal-usul harta. Karena itu, selain dugaan pemerasan, para terdakwa juga harus menghadapi dakwaan pencucian uang dengan nilai yang jauh lebih besar.


Di sisi lain, pihak Febrie membantah sejumlah tuduhan dalam dakwaan. Kuasa hukum Febrie menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam konstruksi perkara yang disampaikan jaksa. Mereka mempertanyakan dasar tindak pidana asal atau predicate crime yang digunakan untuk membangun dakwaan TPPU.

Penasihat hukum juga menyoroti dugaan bahwa tidak terdapat uraian yang secara langsung menunjukkan Febrie melakukan komunikasi atau tekanan kepada Tan Kian. Menurut pihak pembela, peran perantara dalam perkara tersebut perlu diperiksa secara lebih mendalam.


Dengan demikian, dakwaan jaksa masih merupakan tuduhan yang akan diuji dalam persidangan. Febrie dan terdakwa lainnya memiliki hak untuk memberikan pembelaan serta mengajukan keberatan terhadap dakwaan melalui proses hukum yang tersedia.

Sidang berikutnya akan menjadi tahap penting untuk melihat bagaimana majelis hakim menilai dakwaan jaksa dan keberatan dari pihak terdakwa. Perkara ini menjadi sorotan karena menyangkut mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung serta dugaan aliran harta yang mencapai ratusan miliar rupiah.


Sumber: CNN Indonesia, detikNews

9 Hakim MK Diadukan Gegara Perkara Gibran

Oktober 07, 2026

 

JAKARTA – Sembilan hakim konstitusi diadukan ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) setelah menangani perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengaduan tersebut diajukan Ketua Umum Forum Mahasiswa Indonesia (Formasi), Pian Andreo Halomoan Manurung. Laporan itu berkaitan dengan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang sebelumnya diperiksa dan diputus oleh Mahkamah Konstitusi (MK).


Pian menilai sembilan hakim konstitusi tersebut diduga melanggar prinsip independensi dan sejumlah ketentuan dalam kode etik serta perilaku hakim konstitusi. Salah satu yang dipersoalkan adalah keputusan MK dalam proses pemeriksaan perkara yang berkaitan dengan dokumen pendidikan Gibran.

Dalam laporan tersebut, pengadu mempersoalkan tindakan MK yang memperlihatkan ijazah Gibran kepada Denny Indrayana, salah satu pemohon dalam perkara tersebut. Menurut pihak pengadu, tindakan itu dinilai perlu diperiksa dari sisi etik karena Denny sebelumnya disebut pernah membuat sayembara terkait keberadaan atau pembuktian ijazah Gibran.


Kuasa hukum pengadu, Saddan Sitorus, menyampaikan dugaan tersebut dalam sidang pemeriksaan pendahuluan MKMK pada Rabu (7/10/2026). Pihak pengadu mempertanyakan apakah penggunaan kewenangan MK dalam perkara tersebut telah sesuai dengan prinsip independensi hakim.

Pengadu juga menilai hakim konstitusi seharusnya tetap independen dari tekanan masyarakat, media massa maupun pihak-pihak yang berperkara. Karena itu, mereka meminta MKMK memeriksa dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan terhadap seluruh hakim yang menangani perkara tersebut.


Perkara yang menjadi latar belakang laporan ini sebelumnya menjadi sorotan karena menguji syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden. MK dalam putusan yang dibacakan pada Selasa (6/10/2026) menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat atau diploma luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal sekolah menengah atas atau sederajat.

Meski demikian, MK tidak mengabulkan permohonan untuk membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran. Mahkamah menyatakan para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum sehingga permohonan tersebut tidak dapat diterima.


MK juga menjelaskan bahwa secara formal perkara tersebut masih berada dalam kewenangan Mahkamah untuk diperiksa dan diadili. Pertimbangan tersebut antara lain didasarkan pada prinsip ius curia novit, yakni pengadilan tidak boleh menolak memeriksa perkara dengan alasan hukum tidak ada atau kurang jelas.

Setelah putusan dibacakan, persoalan tersebut kemudian berlanjut ke ranah etik. Pengaduan terhadap sembilan hakim kini menjadi kewenangan MKMK untuk ditelaah. Sidang pemeriksaan pendahuluan digelar untuk mendengarkan keterangan pengadu sekaligus memeriksa bukti yang diajukan.


Sembilan hakim konstitusi yang dilaporkan adalah seluruh hakim yang memeriksa dan mengadili perkara PHPU tersebut. Pengaduan ini tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran etik, karena dugaan tersebut masih harus diperiksa melalui mekanisme yang berlaku di MKMK.


Dengan adanya laporan tersebut, perhatian kini tertuju pada proses pemeriksaan MKMK. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan apakah dugaan pelanggaran kode etik yang dilaporkan memiliki dasar atau tidak.


Sumber: CNN Indonesia

Jaksa Ungkap 29 Perusahaan Diduga Jadi Kedok Cuci Uang Febrie

Oktober 07, 2026

 

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum mengungkap dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Dalam dakwaan, Febrie bersama sejumlah rekannya disebut menggunakan jaringan perusahaan dan yayasan untuk menyamarkan uang yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.

Jaksa menyebut terdapat 29 perusahaan dan yayasan yang diduga digunakan dalam rangkaian pencucian uang tersebut. Perbuatan itu disebut dilakukan Febrie bersama Don Ritto alias Idon, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang dalam kurun waktu 2020 hingga 2026.


Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (7/10/2026), jaksa mengungkap bahwa total penerimaan yang didakwakan kepada Febrie mencapai Rp346,74 miliar dan US$440.990. Jika dikonversikan, nilai dalam mata uang asing tersebut mencapai sekitar Rp7,9 miliar.

Menurut dakwaan, uang tersebut diduga berasal dari tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan penerimaan gratifikasi dari pihak-pihak yang memiliki perkara di Kejaksaan Agung. Jaksa menyebut posisi Febrie saat menjabat Direktur Penyidikan hingga Jampidsus dimanfaatkan untuk menerima aliran uang dari pihak yang berkepentingan dengan perkara hukum.


Uang tersebut kemudian diduga tidak disimpan begitu saja. Jaksa mengungkap adanya upaya untuk menempatkan dan mentransfer uang ke sejumlah rekening, memasukkannya seolah-olah sebagai modal usaha, membeli aset, menukarkan uang ke mata uang asing, hingga membeli emas.

Selain itu, dana tersebut disebut dialihkan ke berbagai sektor usaha. Mulai dari bisnis kuliner, money changer, pertambangan batu bara dan nikel, konstruksi, perkapalan, hingga usaha peternakan. Pola tersebut diduga dilakukan untuk menyamarkan asal-usul harta sehingga tidak terlihat sebagai hasil tindak pidana.


Salah satu perusahaan yang disebut dalam dakwaan adalah PT Gontran Cherrier yang bergerak di bidang kuliner. Perusahaan tersebut kemudian disebut berganti nama menjadi PT De Clan Kulinari Nusantara dan menaungi Café De' Clan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Ada pula PT Kantor Omzet Indonesia atau KOIN Money Changer yang bergerak di bidang penukaran valuta asing. Perusahaan tersebut disebut didirikan pada 2020 oleh Don Ritto dan Nurman Herin.


Dalam daftar lainnya terdapat perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, termasuk PT Citra Sinar Benderang, PT Borneo Surya Persada, PT Borneo Green Prima, PT Celebes Mega Nikel, dan PT Kresna Pusaka Energi. Beberapa perusahaan lain bergerak di sektor konstruksi, investasi, perdagangan, pertanian, hingga transportasi laut.

Jaksa juga menyebut adanya yayasan yang masuk dalam rangkaian entitas tersebut, yakni Yayasan Anny Djamaluddin Rasyad. Dengan demikian, jaringan yang diduga digunakan untuk menyamarkan aset tidak hanya berbentuk perusahaan komersial, tetapi juga mencakup yayasan.


Selain menggunakan perusahaan dan yayasan, jaksa menyebut penerimaan uang sebelumnya dilakukan melalui sejumlah kantor hukum. Dua di antaranya adalah Don Ritto & Rekan atau DR Law Firm serta Anindita, Vitto & Rekan Law Office. Ada pula Kantor Hukum Prime Solution Associate yang didirikan Ferry Yanto Hongkiriwang.

Jaksa menduga kantor-kantor hukum tersebut digunakan sebagai salah satu jalur penerimaan uang dari pihak-pihak yang khawatir dengan status hukum mereka dalam perkara yang ditangani di Kejaksaan Agung.


Kasus ini juga berkaitan dengan dakwaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian. Febrie didakwa menerima US$5 juta atau sekitar Rp55 miliar melalui Ferry Yanto agar Tan Kian tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara korupsi PT Jiwasraya.

Dalam perkara TPPU, jaksa menyebut Febrie dan rekan-rekannya melakukan berbagai transaksi untuk mengubah bentuk serta menyamarkan asal-usul harta. Aset yang disebut dalam dakwaan antara lain tanah, bangunan, kendaraan, emas, saham, serta sejumlah mata uang asing.


Kejaksaan sebelumnya juga telah menyita 38 objek tanah dan bangunan yang ditaksir memiliki nilai sekitar Rp846 miliar. Selain itu, penyidik menyita 27 lembar saham perusahaan, sejumlah uang valuta asing, serta berbagai dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Seluruh dugaan tersebut kini akan diuji dalam proses persidangan. Dakwaan jaksa menjadi dasar awal bagi pengadilan untuk memeriksa rangkaian perbuatan yang dituduhkan kepada Febrie dan pihak-pihak lainnya. Para terdakwa tetap memiliki hak untuk memberikan pembelaan dan membantah dakwaan yang diajukan jaksa.


Perkara ini menjadi sorotan karena melibatkan mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang didakwa menggunakan jaringan bisnis dalam jumlah besar untuk menyamarkan aset. Persidangan selanjutnya akan menjadi tahap penting untuk mengungkap bagaimana aliran uang tersebut diperoleh, dialihkan, dan akhirnya ditempatkan pada berbagai perusahaan serta aset.


Sumber: CNN Indonesia, ANTARA



Houthi Serang Dua Bandara Saudi, 3 Tewas

Oktober 07, 2026

 

INTERNASIONAL – Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan terhadap dua bandara internasional di Arab Saudi. Serangan yang terjadi pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10) tersebut menewaskan tiga orang dan menyebabkan 36 lainnya mengalami luka-luka.

Dua bandara yang menjadi sasaran adalah Bandara Internasional Abha yang berada di wilayah barat daya Arab Saudi serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan tersebut menjadi salah satu eskalasi terbaru konflik yang melibatkan Houthi dan Arab Saudi.


Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut serangan terhadap Bandara Abha mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Keduanya merupakan warga negara asing, masing-masing berasal dari Maroko dan Aljazair. Selain korban meninggal, sebanyak 28 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Sementara itu, serangan terhadap Bandara King Khalid di Riyadh menewaskan seorang warga Sudan. Delapan orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk lima warga negara Arab Saudi.


Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok yang didukung Iran itu menyatakan telah meluncurkan rudal balistik ke Bandara King Khalid di Riyadh. Houthi juga mengklaim serangan tersebut menyebabkan gangguan terhadap aktivitas penerbangan di bandara.

Serangan ke dua bandara tersebut menambah ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi. Wilayah Saudi sebelumnya juga beberapa kali menjadi sasaran serangan kelompok tersebut, terutama ketika konflik Yaman semakin meluas dan ketegangan regional meningkat.


Serangan ke fasilitas penerbangan memiliki risiko besar karena bandara menjadi pusat aktivitas masyarakat sipil, termasuk penumpang dan pekerja. Karena itu, otoritas Saudi melakukan penilaian terhadap dampak serangan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan penumpang serta pekerja di kedua bandara.

Bandara King Khalid di Riyadh juga memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu fasilitas penting bagi aktivitas penerbangan dan pertahanan Arab Saudi. Serangan terhadap fasilitas tersebut berpotensi menimbulkan gangguan lebih luas apabila eskalasi terus berlanjut.


Sebagai respons, koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan akan membalas serangan Houthi. Salah satu sasaran yang disebut menjadi target adalah fasilitas peluncuran rudal balistik yang digunakan dalam serangan ke Riyadh.

Amerika Serikat juga telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya di Arab Saudi menyusul meningkatnya ancaman serangan rudal dan drone. Situasi tersebut menunjukkan bahwa konflik Yaman semakin berpotensi meluas dan berdampak terhadap keamanan kawasan Teluk.


Serangan ini terjadi ketika ketegangan Timur Tengah sedang meningkat. Houthi memiliki hubungan dekat dengan Iran, sementara Arab Saudi menjadi salah satu kekuatan utama yang berupaya menghadapi kelompok tersebut. Kondisi ini membuat setiap serangan berisiko memicu aksi balasan dan memperluas konflik.

Dengan jatuhnya korban jiwa dan puluhan orang terluka, serangan terhadap dua bandara Saudi menjadi perhatian serius. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada langkah balasan Riyadh dan apakah Houthi akan kembali melancarkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi.


Sumber: CNN Indonesia.

AS Dua Kali Tolak Permintaan Saudi Lawan Houthi

Oktober 07, 2026

 

INTERNASIONAL – Amerika Serikat dilaporkan dua kali menolak permintaan Arab Saudi untuk memberikan bantuan militer langsung dalam menghadapi kelompok Houthi di Yaman. Washington memilih memberikan dukungan berupa informasi intelijen dan bantuan penargetan, tanpa terlibat langsung dalam serangan.

Permintaan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Houthi yang didukung Iran meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi, termasuk di kawasan Laut Merah yang menjadi jalur penting bagi pelayaran dan perdagangan internasional.


Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman disebut telah meminta bantuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghadapi Houthi. Dalam komunikasi dengan Trump, Riyadh menginginkan dukungan yang lebih jauh daripada sekadar bantuan informasi.

Namun, Washington tidak menyetujui permintaan tersebut. Menurut laporan Reuters, Amerika Serikat menyatakan belum bersedia mengambil tindakan militer secara langsung terhadap Houthi. Sebagai gantinya, AS tetap membantu Arab Saudi melalui berbagi informasi intelijen dan dukungan dalam menentukan target.


Penolakan itu terjadi ketika Amerika Serikat sendiri tengah menghadapi konflik yang lebih luas dengan Iran. Situasi tersebut membuat Washington harus mempertimbangkan dengan hati-hati kemungkinan membuka keterlibatan militer baru di Yaman.

Bagi Arab Saudi, ancaman Houthi menjadi persoalan serius karena kelompok tersebut memiliki kemampuan untuk menyerang sasaran di wilayah Saudi serta mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah. Perkembangan konflik di Yaman juga berpotensi memengaruhi keamanan energi dan perdagangan global.


Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan yang didukung Saudi juga berupaya menghadapi perkembangan militer Houthi di Yaman. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Riyadh sedang mempertimbangkan operasi terhadap Houthi untuk mengamankan kembali jalur pelayaran Laut Merah. Operasi tersebut direncanakan lebih banyak mengandalkan pasukan Yaman yang didukung Saudi, sementara bantuan Amerika Serikat sejauh ini berfokus pada intelijen.

Houthi sendiri merupakan kelompok yang memiliki hubungan erat dengan Iran. Dalam perkembangan konflik terbaru, Reuters melaporkan adanya bantuan persenjataan dan arahan dari Iran kepada Houthi ketika kelompok tersebut memperluas pengaruhnya di wilayah pesisir Laut Merah Yaman.


Keputusan Amerika Serikat untuk tidak terlibat langsung menunjukkan upaya Washington menghindari perluasan konflik. Keterlibatan militer AS secara terbuka berpotensi memperbesar eskalasi, terutama karena konflik di kawasan tersebut sudah melibatkan sejumlah negara dan kelompok bersenjata.

Sementara itu, Arab Saudi tetap menghadapi dilema. Riyadh perlu menjaga keamanan wilayahnya dan jalur perdagangan Laut Merah, tetapi serangan besar-besaran terhadap Houthi juga berisiko memicu serangan balasan ke wilayah Saudi.


Dengan kondisi tersebut, dukungan intelijen dari Amerika Serikat menjadi salah satu bentuk bantuan yang tetap diberikan Washington tanpa harus mengerahkan pasukan atau melancarkan serangan langsung.

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada langkah Arab Saudi, Houthi, Iran, dan Amerika Serikat. Jika konflik semakin meluas, keamanan Laut Merah dan jalur perdagangan internasional dapat kembali berada dalam tekanan.


Sumber: CNN Indonesia dan Reuters

Siswa Prancis Demo, Keluhkan Sekolah Bobrok

Oktober 07, 2026

 

PARIS – Gelombang demonstrasi pelajar sekolah menengah di Prancis terus meluas. Para siswa turun ke jalan bukan hanya memprotes kebijakan pendidikan, tetapi juga mengeluhkan kondisi sekolah yang dinilai sudah memprihatinkan, mulai dari ruang kelas yang terlalu penuh hingga bangunan yang rusak dan dipenuhi tikus.

Salah satu keluhan datang dari pelajar di Saint-Denis, kawasan di luar Paris. Seorang demonstran mengatakan kondisi sekolah menengah di wilayah tersebut sangat buruk. Atap sekolah mengalami kerusakan, air masuk ke bagian dinding, dan tikus disebut banyak ditemukan di lingkungan sekolah.


Masalah fasilitas bukan satu-satunya persoalan. Para siswa juga menyoroti kelas yang terlalu padat, kekurangan meja dan kursi, guru yang absen tetapi tidak mendapatkan pengganti, serta kurangnya tenaga pendukung seperti perawat dan pekerja sosial. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Keluhan lainnya berkaitan dengan lamanya jam belajar dan kesenjangan fasilitas antara sekolah di kawasan kaya dan wilayah kurang mampu. Sejumlah siswa menilai pemerintah tidak cukup berinvestasi untuk memperbaiki kondisi sekolah, terutama di kawasan pinggiran Paris.


Aksi yang awalnya muncul dari persoalan kekurangan guru di sebuah sekolah di pinggiran Paris kemudian berkembang menjadi gerakan nasional. Para siswa mulai melakukan pemblokiran sekolah dan demonstrasi di berbagai kota, termasuk Paris, Marseille, Strasbourg, Lyon, Nantes, dan Bordeaux.

Jumlah peserta aksi pun semakin besar. Pada Selasa (6/10/2026), sekitar 256.000 orang dilaporkan ikut melakukan demonstrasi di berbagai wilayah Prancis menurut data Kementerian Dalam Negeri. Ratusan sekolah juga terdampak aksi tersebut.


Situasi demonstrasi kemudian berkembang menjadi bentrokan di sejumlah lokasi. Polisi dan pengunjuk rasa terlibat kericuhan, sementara penggunaan alat pengendalian massa oleh aparat mendapat sorotan setelah seorang remaja mengalami cedera serius. Pemerintah Prancis kemudian menghentikan sementara penggunaan granat kejut dalam menghadapi aksi pelajar.

Pemerintah Prancis sendiri mengakui sejumlah keluhan pelajar memiliki dasar. Perdana Menteri Sébastien Lecornu telah meminta pemerintah menyiapkan langkah untuk memperbaiki kondisi gedung sekolah, memastikan kegiatan belajar berlangsung, serta melakukan penataan terhadap sistem pendidikan dan jadwal sekolah.


Namun, para pelajar masih menuntut tindakan yang lebih konkret. Bagi mereka, persoalan pendidikan bukan sekadar soal kebijakan di atas kertas, melainkan kondisi sehari-hari di ruang kelas. Atap bocor, kelas yang sesak, kekurangan guru hingga keberadaan tikus menjadi gambaran yang mereka gunakan untuk menunjukkan buruknya fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah Prancis.


Sumber: CNN Indonesia, Reuters

Houthi Serang Bandara Saudi, 82 Target Dibalas

Oktober 07, 2026

 

RIYADH – Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Houthi mengklaim melancarkan serangan terhadap dua bandara di Arab Saudi, yakni Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Abha.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut satu orang tewas dan delapan orang terluka dalam serangan di Bandara King Khalid, sementara dua orang tewas dan 28 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan di Bandara Abha.


Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Aksi ini terjadi ketika pertempuran antara pasukan Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali meningkat setelah gencatan senjata yang berlangsung sekitar empat tahun runtuh.

Arab Saudi kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan operasi militer besar terhadap posisi-posisi Houthi di Yaman. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan telah menghancurkan 82 target militer Houthi di sejumlah wilayah Yaman.


Target serangan balasan tersebut berada di wilayah Saada, Al-Hudaydah, Al-Jawf, dan Marib. Menurut koalisi Saudi, sasaran yang dihantam antara lain fasilitas penyimpanan rudal balistik, pusat komando dan kendali, sistem komunikasi, depot persenjataan, serta lokasi berkumpulnya pasukan Houthi.

Salah satu sasaran yang disebut menjadi target adalah 11 fasilitas penyimpanan rudal balistik yang berada di kawasan pegunungan Saada. Arab Saudi menegaskan serangan terhadap fasilitas sipil di wilayahnya tidak akan dibiarkan tanpa balasan.


Eskalasi juga terjadi di wilayah Yaman. Houthi dilaporkan melancarkan serangan terhadap Bandara Aden menggunakan rudal balistik dan drone. Salah satu rudal bahkan dilaporkan jatuh di dekat landasan pacu beberapa menit sebelum sebuah pesawat dari Kairo, Mesir, dijadwalkan mendarat. Penerbangan tersebut akhirnya dialihkan ke Jeddah untuk menghindari risiko terhadap penumpang.

Arab Saudi sebelumnya juga mengumumkan berhasil mencegat sejumlah rudal balistik yang ditembakkan Houthi. Salah satunya dicegat di sebelah utara Riyadh, sementara rudal lainnya diarahkan menuju kawasan Khamis Mushait di barat daya Saudi.


Situasi tersebut menunjukkan konflik Yaman kembali memasuki fase yang lebih intens. Pertempuran kini tidak hanya terjadi di wilayah daratan Yaman, tetapi juga berdampak terhadap infrastruktur penerbangan dan keamanan wilayah Arab Saudi.

Peningkatan serangan juga dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Yaman. Konflik yang kembali memanas membuat ribuan warga terancam terdampak, sementara wilayah strategis seperti pesisir Laut Merah dan kawasan Bab el-Mandeb tetap menjadi titik penting dalam perebutan pengaruh di kawasan.


Sumber: CNN Indonesia, Reuters,

Trump Bantah Kematian Staf Lab Rusia Terkait Senjata Biologis

Oktober 07, 2026

 

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons isu kematian seorang staf laboratorium penelitian penyakit pes di Rusia yang memicu kekhawatiran soal kemungkinan penggunaan atau kebocoran senjata biologis. Trump mengatakan Amerika Serikat sejauh ini tidak meyakini kasus tersebut berkaitan dengan senjata biologis.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu (7/10/2026). Ketika ditanya apakah kasus dugaan pes di Rusia merupakan senjata biologis, Trump mengatakan pemerintah AS masih mencari informasi lebih lanjut dan saat ini tidak menganggapnya demikian.


Menurut Trump, Rusia menyampaikan kepada pihak Amerika bahwa situasi tersebut berada dalam kondisi terkendali. Namun, ia mengakui informasi yang diberikan Moskow masih terbatas. Trump mengatakan pihak AS berharap Rusia dapat memberikan lebih banyak informasi mengenai kematian staf laboratorium tersebut.

Kasus ini bermula dari kematian Darya Shipilova, seorang pekerja berusia 28 tahun di Institut Penelitian Antipes Siberia dan Timur Jauh di wilayah Irkutsk. Shipilova meninggal pada 2 Oktober setelah mengalami pneumonia yang hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya.


Kematian tersebut menjadi perhatian internasional karena Shipilova bekerja di lembaga yang secara khusus melakukan penelitian terhadap penyakit pes dan sejumlah penyakit berbahaya lainnya. Berbagai laporan tidak terverifikasi sebelumnya menyebut kemungkinan adanya kecelakaan laboratorium yang melibatkan patogen pes, tetapi belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi dugaan tersebut.

Otoritas Rusia sendiri menyatakan tidak menemukan kasus pes di wilayah Irkutsk. Pemeriksaan terhadap kontak Shipilova juga disebut tidak menemukan patogen berbahaya yang berkaitan dengan penyakit yang diteliti di laboratorium tempatnya bekerja.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih meminta penjelasan lebih lengkap dari pemerintah Rusia. WHO menyatakan belum mengetahui secara pasti agen penyebab penyakit yang membuat Shipilova meninggal dan masih membutuhkan informasi tambahan untuk menilai risiko kesehatan masyarakat.

Sementara itu, sekitar 200 orang yang pernah melakukan kontak dengan Shipilova sebelumnya sempat masuk dalam pemantauan atau karantina. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan setelah kematian staf laboratorium tersebut. Pemerintah Rusia kemudian menyatakan tidak ditemukan infeksi pes pada orang-orang yang dipantau.


Trump juga mengatakan dirinya berencana membahas kasus tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun, Kremlin menyatakan hingga Rabu belum ada jadwal pasti mengenai pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut, meski Rusia terbuka untuk mengatur komunikasi dalam waktu dekat.

Hingga kini, dugaan bahwa kematian staf laboratorium Rusia berkaitan dengan senjata biologis masih sebatas kekhawatiran dan spekulasi. Belum ada bukti resmi yang menunjukkan bahwa kasus tersebut merupakan bagian dari program senjata biologis atau bahwa penyakit pes telah menyebar di masyarakat.


Sumber: CNN Indonesia, Reuters

Zelensky Sebut Serangan Rusia Hadiah Ultah Putin

Oktober 07, 2026

 

KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan besar-besaran Rusia yang menghantam sejumlah wilayah Ukraina pada Rabu (7/10/2026). Ia menyebut serangan yang menewaskan warga sipil tersebut sebagai “hadiah ulang tahun” untuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang berulang tahun ke-74 pada hari yang sama.

Salah satu serangan paling mematikan terjadi di Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina utara. Sebuah rudal menghantam gedung apartemen dan menyebabkan sebagian bangunan runtuh. Laporan mengenai jumlah korban sempat berubah seiring proses evakuasi dan pencarian korban di lokasi. CNN Indonesia melaporkan sedikitnya 14 orang tewas dalam serangan tersebut.


Zelensky mengatakan serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan Rusia yang menggunakan rudal dan drone. Menurutnya, infrastruktur energi menjadi salah satu sasaran utama Rusia dalam serangan besar itu. Ia juga kembali mendesak negara-negara mitra untuk membantu Ukraina memperkuat sistem pertahanan udara.

“Hadiah” yang dimaksud Zelensky merujuk pada ulang tahun Putin yang jatuh pada 7 Oktober. Dalam pernyataannya, Presiden Ukraina mengecam jatuhnya korban jiwa, termasuk anak-anak, akibat serangan tersebut. Ia menilai serangan terhadap wilayah berpenduduk menunjukkan kerasnya perang yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.


Selain Pryluky, serangan juga dilaporkan menghantam Kyiv, Kremenchuk, dan sejumlah wilayah lainnya. Reuters melaporkan Rusia meluncurkan sekitar 70 rudal serta drone dalam salah satu serangan terbesar terhadap Ukraina. Infrastruktur energi dan sejumlah fasilitas lainnya mengalami kerusakan.

Rusia membantah bahwa serangan tersebut sengaja menargetkan warga sipil. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan diarahkan ke fasilitas yang berkaitan dengan industri militer Ukraina, termasuk fasilitas produksi dan penyimpanan persenjataan serta drone.


Serangan terbaru ini kembali menunjukkan tingginya intensitas konflik Rusia-Ukraina. Di tengah upaya diplomatik yang belum menghasilkan penyelesaian perang, kedua pihak masih terus melancarkan serangan udara dan operasi militer.

Bagi Ukraina, kebutuhan terhadap sistem pertahanan udara menjadi semakin mendesak karena rudal balistik Rusia dinilai sulit dicegat. Zelensky kembali meminta dukungan sistem pertahanan udara, termasuk rudal Patriot, untuk melindungi kota-kota dan infrastruktur penting Ukraina.


Sumber: CNN Indonesia, Reuters

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.