Api Karhutla Lamandau Nyaris Capai Gardu Induk
LAMANDAU, KALIMANTAN TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, masih menjadi perhatian serius. Kobaran api dilaporkan berada cukup dekat dengan infrastruktur kelistrikan, bahkan nyaris menjangkau gardu induk dan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena keberadaan api di sekitar fasilitas kelistrikan berpotensi mengganggu keamanan infrastruktur sekaligus pelayanan listrik apabila tidak segera dikendalikan. Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra berharap kebakaran dapat segera dipadamkan dan tidak sampai mengancam fasilitas vital tersebut.
Penanganan karhutla menjadi semakin penting mengingat kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah terjadi di tengah kondisi yang kering. Kobaran api yang menjalar di lahan terbuka juga dapat dengan cepat meluas apabila dipengaruhi angin dan vegetasi yang mudah terbakar.
Ancaman karhutla di Kalimantan Tengah saat ini tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Kabut asap yang dihasilkan juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, kualitas udara, hingga jarak pandang.
Sejumlah wilayah lain di Kalimantan juga menghadapi kondisi serupa. Di Palangka Raya, misalnya, kualitas udara sempat mencapai kategori berbahaya dengan AQI 487 dan tercatat ribuan titik panas di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut bahkan berdampak terhadap kegiatan pendidikan dan aktivitas masyarakat.
Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan koordinasi berbagai pihak. Selain pemadaman, pencegahan juga menjadi faktor penting agar kebakaran tidak terus meluas dan mengancam permukiman maupun infrastruktur strategis.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan diharapkan dapat terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api, khususnya kawasan yang berada dekat dengan fasilitas vital. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Sumber: CNN Indonesia