Seo Services
Results for Mahasiswa

Mahasiswa Petra ditemukan Tewas, diduga Bunuh Diri

Oktober 02, 2024

 


Mahasiswa Petra Christian University (PCU) atau UK Petra diduga meninggal akibat bunuh diri melompat dari gedung kampus di Jalan Siwalankerto, Surabaya pada Selasa (1/10). Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian mengungkap beberapa fakta, yaitu identitas korban berinisial R yang berusia 23 tahun. Hal itu diketahui dari kartu identitas diri yang melekat pada tubuh korban. "(Mahasiswa) semester tiga jurusan Teknik Mesin," ujar Kapolsek Wonocolo Kompol M Sholeh, Selasa (1/10).

Polisi belum bisa menyimpulkan korban melompat dari lantai berapa. Namun, dari hasil penyisiran di lantai 12 ditemukan adanya bekas jejak kaki.

"Kami tidak tahu, tetapi ada bercak bercak kaki di lantai 12," kata dia. Sholeh menyebut R ditemukan tergeletak oleh petugas kebersihan bernama Rama yang saat itu sedang menyiangi rerumputan di area kampus.

Rama kemudian mendekat dan mendapati korban mengalami luka serius di bagian wajah. Rama kemudian menghubungi sekuriti kampus, lalu melaporkannya ke kepolisian. "Lukanya tadi ada di bagian wajah, untuk luka-luka lain tidak ada. Kemungkinan benturan antara jalan dan badan dia bagian terutama kepala wajah," ucapnya.

Adapun motif dari korban mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut masih diselidiki oleh kepolisian. Saat ini enam orang saksi telah diperiksa, mulai dari petugas kebersihan, sekuriti, petugas kampus, hingga teman korban.

"Beberapa orang saksi. Ada petugas taman yang melihat dan sekuriti. Ada petugas kampus. Jadi totalnya lima sampai enam orang," ucapnya. Pihaknya juga akan memeriksa kamera CCTV yang terpasang di kampus. Serta dengan telepon seluler milik korban juga tak luput dari pemeriksaan kepolisian meski kondisinya pecah. "Ponsel pecah karena mungkin terbentur jalan atau tanah, sementara kami masih memeriksa CCTV," pungkasnya.

(disadur dari jppn.com)



Mahasiswa Telkom University Surabaya Bangun Incinerator untuk Kelola Sampah

September 27, 2024


Tim pengabdian masyarakat dari Telkom University Surabaya memperkenalkan inovasinya incinerator sederhana untuk mengatasi permasalahan sampah kepada warga di Desa Wedoro. Incinerator itu resmi diserah terimakan kepada masyarakat Novena Mandiri pada Minggu (22/9). Pembangunan incenerator tersebut merupakan bagian dari solusi pengelolaan sampah lebih ramah lingkungan bagi penduduk yang masih sering membakar sampah langsung karena dapat mencemari udara dan membahayakan kesehatan lingkungan. Program pengabdian masyarakat tersebut digawangi dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Elektro yang terdiri dari Dr. Chaironi Latif, S.Si., selaku ketua dan Dr. Isa Hafidz, S.T., M.T., Rifki Dwi Putranto, S.T., M.T., dan mahasiswa yang terdiri dari Alifio Noerifanza, Moh. Rio Ferdihansyah R. H., Mohammad Fahmi Ilmi Yogianto.

Choironi mengatakan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah resmi dimulai pada September 2024. Incinerator tersebut dilengkapi kompor berbahan bakar oli dan air serta material pelapis fiber glasswool yang tahan panas hingga 1250 derajat celcius untuk melindungi perangkat dari korosi.

"Incinerator ini dirancang mengatasi masalah tumpukan sampah dengan cara lebih efektif dan berkelanjutan. Kami optimistis alat ini dapat beroperasi efisien, tahan lama, dana lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional," kata Choironi. Selain menyerahkan alat, tim pengabdian juga memberikan penyuluhan dan pelatihan bagi warga sekitar mengenai pengelolaan sampah yang lebih baik.



ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.