Seo Services
Results for Sidoarjo

Nekat Mencuri Beras, Ini Modus Pelaku

Oktober 06, 2024

 


DD, pria asal Sidoarjo dibekuk Unit Reskrim Polsek Waru. Pasalnya, pria 29 tahun itu nekat mencuri beras di toko kelontong wilayah Desa Pepelegi, Kecamatan Waru.

Aksi pencurian itu terungkap setelah pemilik toko memergoki sendiri aksi pelaku. Ia ketahuan mencuri dua kantong beras kemasan lima kilogram. Modus dari pelaku, ia berpura-pura membeli rokok.

Usut punya usut, pria itu sudah dua kali mencuri beras di toko kelontong yang sama.  Berdasarkan pengakuannya, beras hasil curiannya di jual di wilayah Sidoarjo dengan harga Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per satu karung berisi lima kilogram.

Dalam ungkap kasus di Mapolsek Waru, Minggu (6/10), Kanit Reskrim Polsek Waru AKP Adik Agus Putrawan mengatakan, pelaku mencuri beras untuk dijual. Selanjutnya, uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut AKP Putra, semula pelaku datang mengendarai Honda Beat menuju ke toko berpura-pura untuk membeli rokok, Rabu (2/10) sore. Rupanya, dia membeli rokok sembari memantau keadaan sekitar.

Setelah dirasa keadaan cukup aman, pelaku melancarkan aksinya. "Pelaku sempat tolah toleh. Begitu ada kesempatan, dia langsung membawa kabur dua kemasan beras berisi lima kilogram," ungkapnya.

Namun, apesnya aksi pencurian tersebut berhasil dipergoki oleh pemilik toko. Sontak, pemilik toko langsung berteriak 'maling'. Rupanya, teriakan tersebut mengundang reaksi warga sekitar.

Warga yang mendengar teriakan tersebut berupaya untuk mengamankan pelaku supaya tidak melarikan diri. Pelaku dapat diamankan polisi bersama dengan warga sekitar.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Bahwasannya, dua kemasan beras berisi lima kilogram yang dicuri, akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sebelumnya, sudah dua kali melakukan pencurian di toko yang sama. Masih kita kembangkan lagi," jelasnya.Barang bukti yang berhasil diamankan, dua karung beras berisi lima kilogram. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara sembilan tahun.

"Bagi para pelaku kejahatan jangan coba-coba melakukan aksi kriminal berdampak kecil maupun luas di wilayah hukum Polsek Waru, karena akan kami tindak tegas dan terukur," tegasnya.

Generasi Muda Sidoarjo Diberi Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Juli 31, 2024

 



Sidoarjo, 31 Juli 2024 – Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Gedung Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) pada Rabu, 31 Juli 2024. Acara ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk memerangi penyalahgunaan narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan pelajar dan mahasiswa, tidak hanya dari Sidoarjo, tetapi juga dari wilayah lain seperti Malang Raya, Blitar, Mojokerto (kota dan kabupaten), Jombang, Pasuruan, dan Nganjuk. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Harmanto, Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Robert Da Costa, serta Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, turut hadir dalam acara ini untuk memberikan dukungan dan pengarahan.

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Harmanto, menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. "Generasi muda adalah harapan bangsa. Kalian harus memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang bahaya narkoba agar bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing," ujar Kapolda.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Robert Da Costa, dalam presentasinya menjelaskan tentang berbagai jenis narkoba, dampak buruk penyalahgunaannya, serta cara-cara pencegahan. "Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga masa depan kalian. Kami berharap melalui sosialisasi ini, kalian dapat memahami dan menghindari bahaya narkoba," kata Kombes Pol Robert Da Costa.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat sangat penting dalam memerangi narkoba. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan kita bebas dari narkoba. Peran aktif dari masyarakat, khususnya generasi muda, sangatlah penting," tegas Kombes Pol Christian Tobing.

Road show sosialisasi ini akan terus dilakukan di berbagai wilayah di Jawa Timur sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan generasi muda tentang bahaya narkoba. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus mendukung program-program pencegahan narkoba dan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan generasi muda di Sidoarjo dan wilayah sekitarnya menjadi lebih waspada dan mampu mengambil sikap tegas dalam menolak penyalahgunaan narkoba. Kesadaran dan pengetahuan yang baik tentang bahaya narkoba diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba di Jawa Timur.

Unik! 'Manusia Silver' di Sidoarjo Sediakan Barcode QRIS: Ngemis Elit

Juli 30, 2024

 

Sidoarjo, 30 Juli 2024 - Fenomena 'Manusia Silver' yang sering terlihat mengemis di jalanan kini hadir dengan gaya baru di Sidoarjo. Seorang 'Manusia Silver' bernama Budi (35) mencuri perhatian warga dan pengguna jalan dengan menyediakan barcode QRIS untuk menerima sumbangan. Inovasi ini mengundang berbagai reaksi dari masyarakat yang melihatnya sebagai cara modern dalam mengemis.

Budi, yang sehari-hari beroperasi di sekitar perempatan Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, mulai menggunakan barcode QRIS sejak sebulan lalu. "Saya melihat banyak orang sekarang jarang membawa uang tunai, tapi hampir semua punya smartphone. Jadi, saya pikir kenapa tidak mencoba menerima sumbangan secara digital," ujar Budi sambil menunjukkan kertas berlaminasi berisi barcode QRIS di dadanya.

Langkah Budi ini mendapat sambutan beragam dari masyarakat. Beberapa pengguna jalan merasa kagum dengan inovasi tersebut. "Ini cara yang pintar dan menunjukkan bahwa teknologi bisa digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan untuk mengemis," kata Dita (29), seorang pengguna jalan yang mengaku sempat memberikan donasi kepada Budi melalui QRIS.

Namun, ada juga yang menilai bahwa penggunaan teknologi dalam mengemis ini bisa menimbulkan perdebatan mengenai etika dan moralitas. "Mengemis adalah persoalan sosial yang seharusnya diselesaikan dengan pemberdayaan dan bantuan sosial, bukan dengan modernisasi cara mengemis," ujar Bambang (45), seorang pekerja sosial di Sidoarjo.

Menurut Budi, sejak menggunakan barcode QRIS, pendapatannya meningkat cukup signifikan. "Dulu sehari saya bisa dapat sekitar Rp50.000, sekarang bisa sampai Rp150.000. Banyak yang merasa lebih mudah memberikan sumbangan secara digital," ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Endang Wahyuni, mengatakan pihaknya akan meninjau lebih lanjut fenomena ini. "Kami mengapresiasi kreativitas warga dalam memanfaatkan teknologi. Namun, kami juga akan melakukan pendekatan dan pendataan untuk memastikan bahwa solusi yang diambil tetap berorientasi pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat," jelas Endang.

Fenomena 'Manusia Silver' dengan QRIS ini bukan hanya terjadi di Sidoarjo, tetapi juga mulai bermunculan di beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Langkah ini menunjukkan bagaimana teknologi dan inovasi dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk cara-cara tradisional dalam mencari nafkah.

Dengan semakin banyaknya orang yang beralih ke pembayaran digital, penggunaan QRIS oleh 'Manusia Silver' mungkin menjadi tren baru dalam dunia mengemis. Namun, penting untuk tetap menjaga perspektif sosial dan mencari solusi yang lebih holistik untuk masalah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

Didampingi Khofifah dan Emil Dardak Kampanye di Sidoarjo, Gibran Janjikan Anak Buruh Bisa Sekolah hingga Sarjana

Januari 28, 2024

Sidoarjo - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka menyampaikan beberapa program prioritas saat kampanye di hadapan puluhan ribu buruh di Jawa Timur.

Di antara janji Gibran adalah upah layak untuk buruh dan jaminan keselamatan kerja, terutama kaum perempuan.

"Kami ingin anak-anak pekerja ini bisa sekolah sampai sarjana S1," ujar Gibran, pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 tahun Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di GOR Sidoarjo, Minggu (28/1/2024).

Turut hadir pada acara tersebut, Gubernur Jatim yang juga anggota TKN Prabowo-Gibran, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim yang juga Jubir Gibran, Emil Dardak. Serta Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.

Gibran mengatakan, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan beasiswa pendidikan juga akan di prioritaskan kepada para pekerja.

"BPJS dan KIS akan kita lanjutkan, tapi tetap kami lakukan review supaya lebih tepat sasaran lagi," ucapnya .

Ketua SPSI Jatim Ahmad Fauzi mengatakan  para buruh dan pekerja ini ingin menyaksikan Gibran Rakabuming Raka yang sebentar lagi akan dilantik menjadi wakil presiden.

"Tetesan keringat dibawah terik matahari ini ingin menyaksikan Pak Gibran sebentar lagi dilantik jadi wakil Presiden," ucap Fauzi.

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.