Seo Services

DPR Soroti Data 11,2 Juta Warga Kurang Gizi

 

Jakarta – Komisi IX DPR RI mempertanyakan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait adanya 11,2 juta warga Indonesia yang mengalami kekurangan gizi. Anggota dewan meminta pemerintah memberikan penjelasan lebih rinci mengenai dasar data tersebut sekaligus langkah konkret yang akan ditempuh untuk mengatasinya.


Dalam rapat kerja bersama Kementerian Kesehatan, sejumlah anggota Komisi IX menilai data tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. DPR juga meminta Kementerian Kesehatan memaparkan metodologi pendataan, kategori kekurangan gizi yang digunakan, serta wilayah-wilayah yang menjadi prioritas penanganan.


Komisi IX menegaskan persoalan gizi tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pemerintah diminta memperkuat program intervensi gizi, terutama bagi balita, ibu hamil, dan kelompok masyarakat rentan, agar target penurunan angka kekurangan gizi dapat tercapai.


Selain mempertanyakan data tersebut, DPR juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait. Kolaborasi dinilai penting untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan efektif dan tepat sasaran, termasuk melalui penguatan layanan kesehatan dasar, edukasi masyarakat, serta distribusi bantuan pangan bergizi.


Menteri Kesehatan menyatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui berbagai program nasional. Menurutnya, perbaikan status gizi menjadi salah satu prioritas karena berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, produktivitas penduduk, dan daya saing bangsa di masa depan.


Komisi IX berharap pemerintah segera menyampaikan penjelasan yang komprehensif mengenai angka 11,2 juta warga yang disebut mengalami kekurangan gizi. DPR juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan agar program penanganan gizi dapat memberikan hasil yang optimal.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.