Tokyo, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7). Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya satu orang meninggal dunia dan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka. Otoritas setempat masih terus melakukan proses evakuasi dan pendataan dampak gempa. (Sumber: detikNews)
Guncangan kuat memicu kerusakan pada sejumlah bangunan, jalan, dan fasilitas umum. Beberapa pusat perbelanjaan serta gedung dilaporkan mengalami kerusakan struktural, sementara layanan transportasi, termasuk kereta cepat Kyushu Shinkansen, sempat dihentikan demi pemeriksaan keselamatan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami sesaat setelah gempa terjadi. Namun, setelah dilakukan pemantauan lebih lanjut, peringatan tersebut dicabut karena tidak ditemukan potensi gelombang besar yang mengancam wilayah pesisir. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Tim penyelamat bersama aparat kepolisian dan pemadam kebakaran dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk membantu proses evakuasi korban serta memastikan tidak ada warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Pemerintah Jepang juga membuka pusat penanganan darurat guna mempercepat distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Jepang, khususnya di Pulau Kyushu, agar tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat, dan segera melapor kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) apabila membutuhkan bantuan.
Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Kondisi tersebut membuat negara ini kerap mengalami gempa bumi, sehingga sistem mitigasi dan peringatan dini terus diperkuat untuk meminimalkan risiko korban jiwa.
Sumber: detikNews