Seo Services

Kemarau Bongkar Kampung Tenggelam

 


Lebak – Fenomena tak biasa terjadi di kawasan Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten. Menyusutnya debit air akibat musim kemarau membuat bekas permukiman warga yang selama ini terendam kembali muncul ke permukaan. Sisa-sisa bangunan rumah, jalan, hingga puing-puing permukiman yang dahulu ditinggalkan warga kini kembali terlihat dan menjadi perhatian masyarakat. Fenomena tersebut memunculkan kembali kenangan warga yang pernah tinggal di kawasan itu sebelum penggenangan bendungan dilakukan.

Muncul Kembali Saat Debit Air Menyusut

Kemunculan kembali bekas kampung tersebut dipicu oleh turunnya tinggi muka air Bendungan Karian selama musim kemarau. Warga setempat mengaku dalam beberapa hari terakhir semakin banyak bagian permukiman yang terlihat, mulai dari fondasi rumah, dinding bangunan, hingga jalan lingkungan yang sebelumnya tertutup air.

Pemandangan itu menarik perhatian warga sekitar maupun pengunjung yang datang untuk melihat langsung bekas kampung yang sempat "hilang" setelah proses penggenangan bendungan beberapa tahun lalu.

Menyimpan Banyak Kenangan

Bagi sebagian warga, kemunculan kembali kampung tersebut menjadi momen yang mengharukan. Mereka mengenang kehidupan sebelum kawasan itu direlokasi demi pembangunan Bendungan Karian. Sejumlah warga bahkan masih dapat mengenali letak rumah, jalan, maupun bangunan lain yang pernah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Meski hanya muncul sementara selama musim kemarau, fenomena tersebut menjadi pengingat akan perubahan besar yang terjadi sejak bendungan mulai beroperasi.

Bendungan Karian Berperan Strategis

Bendungan Karian merupakan salah satu proyek strategis nasional yang memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari penyediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, hingga mendukung kebutuhan air bagi wilayah Banten dan sebagian kawasan Jabodetabek.

Namun, pembangunan bendungan juga mengharuskan sejumlah permukiman direlokasi. Saat musim kemarau menyebabkan volume air menyusut, bekas kawasan permukiman tersebut kembali terlihat di permukaan.

Fenomena Diperkirakan Bersifat Sementara

Kemunculan kembali kampung tenggelam diperkirakan hanya berlangsung selama musim kemarau. Ketika curah hujan meningkat dan volume air Bendungan Karian kembali naik, sisa-sisa permukiman tersebut diperkirakan akan kembali terendam.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana perubahan musim dapat mengubah lanskap bendungan sekaligus membuka kembali jejak sejarah permukiman yang pernah ada di kawasan tersebut.

Sumber: CNN Indonesia 

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.