Seo Services

Topan Bavi Lumpuhkan Taiwan, Lebih dari 14.000 Warga Dievakuasi



Taipei – Pemerintah Taiwan mengevakuasi lebih dari 14.000 warga dari daerah-daerah rawan bencana ketika Topan Bavi mendekati pulau tersebut pada Sabtu (11/7). Otoritas setempat juga menutup sekolah, kantor pemerintahan, serta menghentikan sebagian layanan transportasi sebagai langkah antisipasi menghadapi salah satu badai terkuat yang diperkirakan melanda Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.


Evakuasi Difokuskan di Wilayah Pegunungan

Sebagian besar warga yang dievakuasi berasal dari kawasan pegunungan dan daerah yang berisiko tinggi mengalami tanah longsor maupun banjir bandang akibat hujan deras yang dibawa Topan Bavi.

Badan meteorologi Taiwan memperingatkan bahwa wilayah pegunungan di bagian utara pulau berpotensi menerima curah hujan hingga 1.000 milimeter, sementara angin kencang diperkirakan mencapai hampir 200 kilometer per jam di beberapa wilayah.


Sekolah, Kantor, dan Transportasi Ditutup

Untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat, pemerintah Taiwan memutuskan menutup sekolah, kantor pemerintahan, serta menghentikan aktivitas di sejumlah wilayah yang diperkirakan berada di jalur topan.

Sejumlah penerbangan domestik maupun internasional dibatalkan, sementara layanan feri dihentikan. Masyarakat juga diminta menghindari kawasan pesisir dan pegunungan karena gelombang tinggi serta potensi longsor yang dapat membahayakan keselamatan.


Topan Terkuat dalam Beberapa Tahun

Menurut prakiraan cuaca, Topan Bavi berpotensi menjadi badai paling kuat yang menghantam Taiwan sejak Topan Kong-rey pada 2024. Setelah melintasi wilayah dekat Taiwan, badai diperkirakan bergerak menuju pesisir Provinsi Fujian, China, pada Sabtu malam.

Pemerintah China juga telah meningkatkan status kesiapsiagaan dengan mengevakuasi warga di sejumlah wilayah pesisir, menghentikan layanan feri, serta meminta kapal-kapal nelayan kembali ke pelabuhan sebelum topan mencapai daratan.


Ancaman Cuaca Ekstrem Meningkat

Topan Bavi sebelumnya telah memperkuat hujan monsun di Filipina yang memicu tanah longsor mematikan. Fenomena tersebut menambah daftar bencana cuaca ekstrem yang melanda kawasan Asia dalam beberapa pekan terakhir.

Para ahli iklim menilai meningkatnya intensitas badai tropis berkaitan dengan perubahan iklim dan kondisi suhu permukaan laut yang lebih hangat, sehingga meningkatkan risiko hujan ekstrem, banjir, dan angin kencang di berbagai negara Asia Timur.

Pemerintah Taiwan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah, mengikuti arahan otoritas setempat, serta memantau perkembangan cuaca hingga Topan Bavi benar-benar menjauh dari wilayah pulau tersebut.


Sumber: Reuters

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.