Lumajang – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan mengalami lima kali erupsi pada Senin (3/8) pagi. Erupsi terjadi secara bertahap sejak dini hari dengan tinggi kolom letusan bervariasi antara 300 hingga 700 meter di atas puncak gunung. Meski aktivitas vulkanik meningkat, status Gunung Semeru masih berada pada Level II (Waspada) dan masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi dari otoritas terkait.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, letusan menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal yang mengarah mengikuti arah angin. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dan menunjukkan bahwa gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada dalam fase erupsi yang aktif. Petugas terus melakukan pemantauan selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar saat terjadi hujan. Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran material pijar.
Selain ancaman erupsi, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung dapat terbawa aliran air dan mengancam permukiman maupun infrastruktur di daerah hilir.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat rangkaian erupsi tersebut. Aktivitas masyarakat di luar zona bahaya masih berlangsung normal, namun aparat bersama petugas pengamatan gunung api terus melakukan pemantauan secara intensif dan menyampaikan perkembangan terkini kepada warga. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengikuti arahan resmi dari PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) demi menjaga keselamatan.
Sumber: CNN Indonesia