Seo Services

613 Putra-Putri Banyuwangi Berebut Beasiswa Progresif 2026

 

BANYUWANGI — Program Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 kembali dibuka Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Tahun ini, sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi tercatat mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut.

Dari jumlah tersebut, 124 pendaftar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap tes psikologi serta wawancara. Pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan dilakukan pada akhir September 2026.

Program beasiswa Pemkab Banyuwangi sendiri bukan program baru. Sejak 2011 hingga 2025, tercatat 3.920 mahasiswa telah mendapatkan dukungan beasiswa untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pendidikan Jadi Investasi SDM

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena dinilai sebagai investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, beasiswa tidak hanya bertujuan mengurangi beban biaya kuliah. Program tersebut juga diharapkan membuka kesempatan bagi generasi muda Banyuwangi untuk mengembangkan kemampuan dan potensi mereka.

Pemerintah daerah juga terus menyesuaikan program beasiswa dengan kebutuhan pembangunan daerah agar lulusan yang dihasilkan dapat ikut berkontribusi bagi Banyuwangi.

Ada Jalur untuk Dokter Spesialis

Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 memiliki beberapa skema, mulai dari jalur afirmasi untuk mahasiswa baru, beasiswa berlanjut bagi mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan, hingga dukungan bagi dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis.

Bidang kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Program studi yang masuk dalam skema tersebut antara lain Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi atau Kesehatan Lingkungan, Psikologi, Farmasi, hingga Kedokteran Umum.

Pemkab Banyuwangi juga membuka kesempatan bagi dokter untuk mengambil pendidikan dokter spesialis maupun dokter gigi spesialis. Beberapa bidang yang diprioritaskan antara lain jantung, saraf, THT, kedokteran fisik dan rehabilitasi, ortopedi, kedokteran jiwa, urologi, penyakit dalam, dan mata.

Penerima Beasiswa Diminta Mengabdi

Khusus penerima beasiswa di bidang kesehatan, Pemkab Banyuwangi berharap para lulusan nantinya dapat kembali dan mengabdi di daerah.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis, di Banyuwangi. Dengan demikian, manfaat beasiswa diharapkan tidak berhenti pada penerima, tetapi juga kembali dirasakan masyarakat.

Tak Hanya Bidang Kesehatan

Selain kesehatan, Beasiswa Banyuwangi Progresif juga mencakup sejumlah bidang lain yang dianggap penting bagi pembangunan daerah. Di antaranya pendidikan, teknologi produksi tanaman pangan, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, ilmu sosial, hukum, serta perikanan.

Beasiswa diberikan hingga penerima menyelesaikan pendidikan. Untuk program Kedokteran, dukungan dapat diberikan hingga semester 12, sedangkan program studi lainnya hingga semester 8.

Bantuan yang diberikan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, buku dan bahan ajar, riset atau penelitian, hingga kebutuhan praktik.

Dengan ratusan pendaftar dan seleksi yang masih berlangsung, Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 diharapkan menjadi salah satu cara pemerintah daerah memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan Banyuwangi.

Sumber: detikJatim

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.