JAKARTA – Kasus pencurian dengan nilai fantastis menghebohkan Amerika Serikat. Seorang bocah asal Singapura bernama Malone Lam disebut terlibat dalam pencurian aset kripto senilai sekitar Rp42 triliun.
Uang hasil kejahatan tersebut kemudian digunakan untuk membeli berbagai barang mewah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembelian 28 mobil mewah.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena jumlah aset yang dicuri tergolong sangat besar. Lam disebut menjalankan aksinya bersama sejumlah pihak dalam kasus pencurian cryptocurrency yang terjadi di Amerika Serikat.
Dana hasil pencurian kemudian digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah. Selain kendaraan mahal, uang tersebut juga dikaitkan dengan berbagai pengeluaran bernilai fantastis.
Kasus Malone Lam menunjukkan bagaimana aset kripto dapat menjadi sasaran kejahatan siber karena transaksi digital dapat melibatkan nilai yang sangat besar.
Penegak hukum Amerika Serikat kemudian melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan menelusuri aliran aset yang diduga berasal dari hasil pencurian.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi finansial juga menghadirkan tantangan baru bagi aparat penegak hukum, khususnya dalam mengungkap kejahatan yang melibatkan aset digital.
Sumber: CNN Indonesia