Seo Services

Damai Gaza Harus Bawa Kehidupan Layak

 

NEW YORK – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa perdamaian di Gaza, Palestina, tidak cukup hanya dengan menghentikan kekerasan. Menurutnya, perdamaian juga harus diikuti dengan upaya memulihkan kehidupan masyarakat agar dapat kembali hidup layak dan bermartabat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam High Level Roundtable on Gaza Early Recovery bertajuk From Sharm El-Sheikh to Phase II – Consolidating Peace and Early Recovery, yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat.


Indonesia memandang penghentian kekerasan, penerapan gencatan senjata, serta kelancaran akses bantuan kemanusiaan tetap menjadi prioritas. Namun, pada saat yang sama, proses pemulihan Gaza juga harus segera dimulai.

Sugiono menilai masyarakat Gaza membutuhkan lebih dari sekadar bantuan untuk memenuhi kebutuhan darurat. Mereka juga membutuhkan pemulihan layanan dasar, pembangunan kembali infrastruktur, serta kesempatan untuk memperoleh sumber penghidupan.


“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” kata Sugiono.

Ia menjelaskan, proses pemulihan Gaza membutuhkan pasokan serta sumber daya yang memadai. Dukungan tersebut diperlukan untuk mengembalikan berbagai layanan dasar sekaligus membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat konflik.


Menurut Sugiono, bantuan kemanusiaan juga perlu diarahkan untuk mendukung pemulihan jangka panjang. Dengan demikian, bantuan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan mendesak masyarakat, tetapi juga membantu warga Gaza membangun kembali kehidupan mereka.

Sugiono turut menyebut National Committee for the Administration of Gaza dapat memainkan peran penting dalam proses pemulihan tersebut. Lembaga itu diharapkan dapat mendukung upaya pengelolaan dan pemulihan Gaza.


Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menekankan bahwa proses rekonstruksi Gaza harus berlandaskan prinsip Palestinian-led and Palestinian-owned, atau dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Palestina.

Artinya, dukungan masyarakat internasional perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas Palestina sekaligus memastikan masyarakat Palestina memiliki peran dalam menentukan masa depan wilayahnya.


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan internasional mengenai fase berikutnya dalam proses pemulihan Gaza. Forum juga membahas langkah untuk memastikan upaya perdamaian dapat diikuti dengan pemulihan nyata bagi masyarakat.

Bagi Indonesia, perdamaian dan pemulihan Gaza merupakan dua hal yang perlu berjalan beriringan. Penghentian kekerasan diharapkan menjadi awal bagi masyarakat Gaza untuk kembali memperoleh layanan dasar, membangun infrastruktur, serta menjalani kehidupan yang lebih layak.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.