Film tersebut disutradarai Yuval Abraham dan Rachel Szor. Karya mereka menuai perhatian karena menampilkan perspektif mengenai dampak konflik dan kondisi kemanusiaan di Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengecam film tersebut. Netanyahu menyatakan kemarahannya terhadap kedua sutradara dan isi film yang menurut laporan tersebut menggambarkan tindakan Israel di Gaza secara keras.
NAZA kemudian menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas mengenai bagaimana konflik Gaza direpresentasikan melalui karya dokumenter dan media. Film tersebut turut memunculkan kembali perhatian terhadap kondisi masyarakat sipil Palestina yang terdampak perang.
Di sisi lain, perdebatan mengenai film ini menunjukkan bagaimana karya seni dan dokumenter dapat menjadi medium untuk menyampaikan kesaksian serta pandangan mengenai konflik yang masih berlangsung.
Sumber: CNN Indonesia