NEW YORK — Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedatangannya berlangsung di tengah ketegangan tinggi antara Iran dan Amerika Serikat yang masih berlanjut.
Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB pada Rabu (23/9) waktu setempat. Ia sebelumnya menegaskan akan menggunakan forum internasional tersebut untuk menyampaikan kondisi yang dihadapi Iran serta mempertahankan posisi negaranya.
Sebelum bertolak ke New York, Pezeshkian menyatakan Iran akan tetap menyampaikan sikapnya dengan tegas di forum internasional. Ia juga mengatakan rakyat Iran tetap teguh meski menghadapi tekanan dan konflik yang berkepanjangan.
Kehadiran Pezeshkian di Amerika Serikat menjadi perhatian karena hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam situasi konflik. Perang antara kedua negara pecah sejak akhir Februari dan hingga kini belum menunjukkan penyelesaian yang pasti.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga hadir dalam rangkaian Sidang Umum PBB. Dalam pidatonya, Trump kembali menyampaikan tekanan keras terhadap Iran dan mengatakan Washington menghadapi pilihan untuk mencapai kesepakatan atau mengambil tindakan lebih jauh terhadap Teheran.
Meski hubungan kedua negara memanas, keberadaan delegasi Iran di New York juga membuka ruang bagi komunikasi diplomatik. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya telah berada di New York, sementara laporan terbaru menyebut pejabat AS dan Iran melakukan pertemuan di sela-sela agenda Sidang Umum PBB.
Kehadiran Pezeshkian di Sidang Umum PBB dengan demikian menjadi salah satu sorotan utama pertemuan para pemimpin dunia tahun ini, terutama karena berlangsung ketika konflik Iran-AS masih menjadi isu penting dalam pembahasan internasional.
Sumber: CNN Indonesia