RIYADH — Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud buka suara terkait dugaan upaya kelompok Houthi menargetkan Kota Suci Mekkah. Raja Salman mengecam keras tindakan tersebut dan menyebut upaya menyerang tempat suci sebagai tindakan yang memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia.
Pernyataan itu disampaikan Raja Salman saat memimpin rapat Kabinet Arab Saudi di Jeddah pada Selasa (22/9/2026). Dalam pernyataannya, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap tempat-tempat suci, jamaah, warga negara, serta penduduk yang berada di wilayah Arab Saudi.
Raja Salman menyebut kelompok Houthi sebagai milisi teroris dan mengecam dugaan upaya mereka menargetkan Mekkah. Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya menyangkut keamanan Arab Saudi, tetapi juga menyentuh kesucian tempat ibadah yang memiliki arti penting bagi umat Islam di berbagai negara.
Saudi Arabia sebelumnya menyatakan telah mencegat sebuah drone yang disebut diluncurkan Houthi menuju wilayah Mekkah. Menurut laporan Saudi, drone tersebut berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang di sekitar kota suci tersebut.
Namun, pihak Houthi membantah tuduhan bahwa mereka sengaja menargetkan Mekkah. Pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi bahkan menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan. Karena itu, klaim mengenai tujuan serangan tersebut masih menjadi bagian dari perselisihan antara kedua pihak.
Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi semakin meningkat. Selain dugaan serangan ke arah Mekkah, Arab Saudi juga sebelumnya melaporkan berhasil mencegat serangan rudal balistik yang diarahkan menuju Riyadh pada 19 September.
Serangkaian serangan tersebut membuat situasi keamanan di Arab Saudi menjadi sorotan. Houthi diketahui menggunakan kombinasi drone serta rudal dalam konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah. Associated Press melaporkan bahwa serangan yang diarahkan ke Riyadh berhasil dicegat dan tidak menimbulkan korban maupun kerusakan yang dilaporkan.
Raja Salman kemudian memberikan apresiasi kepada aparat militer dan keamanan Saudi yang disebut bertugas mempertahankan wilayah negara serta melindungi tempat-tempat suci dan jamaah.
Dalam rapat Kabinet tersebut, pemerintah Saudi juga membahas perkembangan hubungan regional, termasuk hasil kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke Mesir dan komunikasi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai stabilitas kawasan serta keamanan jalur pelayaran.
Ketegangan ini turut menjadi perhatian karena kawasan Laut Merah merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan dan energi global. Eskalasi konflik antara Houthi dan pihak-pihak yang berseberangan dengan mereka berpotensi memengaruhi keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
Sumber: CNN Indonesia