Seo Services

RI Butuh Rp17.982 T untuk Bangun Energi Terbarukan hingga 2060

 

JAKARTA — Indonesia membutuhkan investasi dalam jumlah sangat besar untuk mempercepat pembangunan energi baru dan energi terbarukan (EBT) hingga 2060. Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi tersebut mencapai sekitar Rp17.982 triliun.

Kebutuhan dana itu diperlukan untuk membangun pembangkit listrik berbasis energi terbarukan sekaligus memperkuat jaringan energi nasional. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia meningkatkan pemanfaatan energi bersih dalam jangka panjang.


Investasi besar diperlukan karena pengembangan EBT tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pembangkit listrik. Infrastruktur pendukung, termasuk jaringan transmisi dan sistem kelistrikan yang mampu menyalurkan energi dari sumber terbarukan, juga membutuhkan pendanaan.

Pemerintah melihat pengembangan energi terbarukan sebagai bagian penting dalam menghadapi kebutuhan energi Indonesia hingga 2060. Seiring pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan listrik, kapasitas energi nasional perlu terus ditingkatkan dengan mempertimbangkan arah transisi menuju sumber energi yang lebih bersih.


Besarnya kebutuhan investasi juga menunjukkan bahwa pembangunan EBT tidak dapat hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah. Keterlibatan sektor swasta dan investor menjadi salah satu faktor penting untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dalam jangka panjang.

Dengan kebutuhan investasi mencapai ribuan triliun rupiah, tantangan berikutnya adalah menciptakan iklim investasi yang mampu menarik modal untuk proyek-proyek energi terbarukan. Kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, serta keberlanjutan proyek menjadi sejumlah faktor yang dapat menentukan kelancaran pengembangan EBT.


Jika kebutuhan investasi tersebut dapat dipenuhi secara bertahap, pembangunan energi terbarukan diharapkan dapat memperkuat kapasitas energi nasional sekaligus mendukung proses transisi energi Indonesia hingga 2060.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.