RIYADH — Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, diguncang suara ledakan pada Sabtu (19/9/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah otoritas Saudi mengeluarkan peringatan kepada warga terkait adanya ancaman udara bermusuhan.
Peringatan itu diterima warga melalui notifikasi di perangkat mereka. Tidak lama setelah peringatan muncul, sejumlah suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah Riyadh sehingga menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Otoritas Saudi kemudian mengumumkan kondisi aman setelah ancaman udara tersebut berhasil ditangani. Hingga laporan ini dibuat, belum ada keterangan lengkap mengenai lokasi ledakan, jenis ancaman yang terlibat, maupun kerusakan yang ditimbulkan.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi ketika ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali meningkat. Dalam beberapa waktu terakhir, Houthi dilaporkan melancarkan serangkaian serangan yang menyasar wilayah Arab Saudi.
Salah satu insiden sebelumnya terjadi pada 17 September. Serpihan dari drone yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara Saudi dilaporkan jatuh di wilayah Taif. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Situasi ini menambah kekhawatiran mengenai potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Riyadh sendiri merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi Arab Saudi, sehingga setiap serangan atau ancaman keamanan di ibu kota mendapat perhatian serius.
Ketegangan Saudi-Houthi juga berlangsung di tengah situasi regional yang masih sensitif. Perkembangan terbaru di Riyadh pun menjadi perhatian internasional karena dapat memengaruhi stabilitas keamanan di kawasan.
Sumber: CNN Indonesia