JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi, Rabu (16/9/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.870 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda masih terjadi di tengah perdagangan pasar valuta asing. Rupiah harus berada di bawah tekanan dolar AS setelah sebelumnya bergerak pada level yang berbeda.
Pelemahan rupiah menjadi perhatian karena pergerakan nilai tukar dapat berdampak terhadap berbagai aktivitas ekonomi, terutama sektor yang berkaitan dengan transaksi dalam dolar AS. Perubahan kurs juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan keputusan investasi maupun kegiatan perdagangan.
Penguatan dolar AS terhadap rupiah turut menjadi bagian dari dinamika pasar keuangan global. Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah masih berpotensi berubah sepanjang perdagangan berlangsung.
Pelaku pasar akan mencermati perkembangan ekonomi global serta sentimen pasar yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan rupiah. Perubahan sentimen tersebut dapat membuat nilai tukar bergerak naik maupun turun dari posisi pembukaan.
Dengan pembukaan di level Rp17.870 per dolar AS, arah rupiah selanjutnya masih akan menjadi perhatian sepanjang perdagangan hari ini.
Sumber: CNN Indonesia