JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (11/9/2026) pagi. Rupiah berada di level Rp17.585 per dolar AS.
Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda di tengah pergerakan pasar keuangan global. Dolar AS menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan pelaku pasar karena dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.
Pergerakan rupiah juga menjadi perhatian karena perubahan kurs dapat berdampak terhadap berbagai aktivitas ekonomi, terutama transaksi perdagangan yang menggunakan dolar AS.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan ekonomi global dan sentimen pasar yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini.
Jika tekanan berlanjut, pergerakan rupiah akan menjadi salah satu indikator penting yang dipantau investor dan pelaku usaha, terutama menjelang penutupan perdagangan.
Sumber: CNN Indonesia