PALEMBANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan semakin tebal. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang terbatas dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi darat maupun udara.
Kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi menghasilkan asap yang menyelimuti sejumlah kawasan. Situasi tersebut menjadi perhatian karena dapat menurunkan kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar.
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kota Palembang dan sejumlah daerah di sekitarnya. Asap yang terbawa angin membuat kondisi udara memburuk, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika asap terkumpul di dekat permukaan tanah.
Terbatasnya jarak pandang juga menjadi tantangan bagi sektor transportasi. Pengendara kendaraan bermotor perlu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah berkabut asap. Sementara itu, aktivitas penerbangan dapat terganggu apabila jarak pandang berada di bawah batas keselamatan.
Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait terus berupaya menangani kebakaran serta mengurangi dampak asap. Langkah yang dilakukan mencakup pemadaman di darat, operasi pemadaman melalui udara sesuai kondisi cuaca, serta upaya untuk membantu memperbaiki jarak pandang.
Salah satu metode yang digunakan adalah penyemaian dry ice dalam operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi asap yang terperangkap di lapisan atmosfer tertentu. Meski demikian, metode ini tidak menggantikan kebutuhan untuk memadamkan sumber api secara langsung.
Penanganan karhutla masih menghadapi tantangan karena kebakaran dapat terjadi di kawasan hutan dan lahan gambut. Api yang menjalar ke lapisan gambut berpotensi sulit dipadamkan dan dapat kembali menyala apabila proses pendinginan belum dilakukan secara menyeluruh.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Penggunaan masker yang sesuai, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, serta mengikuti informasi kualitas udara dari instansi berwenang merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap.
Selain itu, warga yang berkendara di tengah kabut asap disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menggunakan lampu kendaraan sesuai kondisi jalan. Pengendara perlu berhenti di tempat aman apabila jarak pandang terlalu terbatas untuk melanjutkan perjalanan.
Pemerintah dan petugas penanggulangan bencana terus melakukan upaya pengendalian karhutla agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat dikurangi. Pemadaman sumber api serta pencegahan kebakaran baru menjadi langkah penting untuk mengatasi kabut asap secara berkelanjutan.
Sumber: CNN Indonesia
