JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (19/10/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah kondisi sebagian besar wilayah Indonesia yang masih mengalami musim kemarau. Meski demikian, dinamika atmosfer dapat memicu pembentukan awan hujan secara lokal sehingga hujan dengan intensitas tinggi tetap berpeluang terjadi di sejumlah daerah.
Berdasarkan prakiraan BMKG untuk periode 16–22 Oktober 2026, terdapat sejumlah wilayah yang perlu mengantisipasi peningkatan curah hujan. Wilayah tersebut tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Berikut daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan:
Aceh
Sumatra Utara
Sumatra Barat
Riau
Kepulauan Riau
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Papua Barat
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua
BMKG juga menetapkan status Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Papua Barat Daya, dan Papua pada periode 16–18 Oktober. Sementara itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Status tersebut merupakan prakiraan untuk periode yang ditentukan, bukan berarti seluruh wilayah terkait mengalami cuaca ekstrem secara bersamaan.
Dinamika Atmosfer Picu Potensi Hujan
BMKG menjelaskan bahwa aktivitas gelombang atmosfer, termasuk Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Selain itu, pola pertemuan dan perlambatan angin berpotensi menyebabkan pemusatan massa udara. Suhu permukaan laut yang relatif hangat di beberapa perairan Indonesia juga membantu menyediakan uap air yang dibutuhkan untuk pembentukan awan hujan.
Kombinasi faktor tersebut dapat memicu hujan sedang hingga lebat, bahkan disertai petir dan angin kencang dalam kondisi tertentu. Karena itu, masyarakat tetap perlu memperhatikan peringatan cuaca setempat meskipun wilayahnya sedang mengalami musim kemarau.
Sebagian Besar Indonesia Masih Kemarau
Di sisi lain, BMKG mencatat sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih mengalami musim kemarau pada pertengahan Oktober 2026. Wilayah yang masih banyak terdampak kondisi kering antara lain Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatra bagian selatan, serta sebagian Kalimantan dan Papua.
Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Niño berintensitas sangat kuat dan IOD positif yang cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah. Minimnya hujan juga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG. Warga yang berada di daerah berpotensi hujan lebat disarankan menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi petir, mewaspadai genangan, serta berhati-hati ketika berkendara dalam kondisi hujan.
Sumber: CNN Indonesia
