WASHINGTON – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menangkap seorang perempuan yang diduga menjadi agen China setelah dituduh mengawasi putra Presiden Taiwan Lai Ching-te dan keluarganya yang tinggal di Amerika Serikat.
Perempuan bernama Wanying Zhang, 34 tahun, ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada Minggu (4/10/2026). Ia diamankan ketika hendak terbang menuju China. Zhang didakwa bertindak sebagai agen asing yang tidak terdaftar.
Menurut dokumen dan keterangan aparat AS, Zhang diduga melakukan operasi pengawasan terhadap keluarga Presiden Taiwan atas arahan pejabat China. Ia disebut pernah bepergian ke Seattle pada September 2025 untuk menjalankan aktivitas tersebut.
Dalam aksinya, Zhang diduga mengambil foto dan video rumah serta kendaraan milik keluarga target. Ia juga disebut mengumpulkan informasi nomor pelat kendaraan dan kemudian mengirimkan informasi tersebut kepada pihak yang diduga menjadi penghubungnya di China.
FBI menduga informasi tersebut berpotensi digunakan untuk mendapatkan keuntungan atau tekanan terhadap Presiden Taiwan apabila terjadi konflik. Target yang disebut dalam pemberitaan adalah Lai Ting-yu, putra Lai Ching-te yang tinggal di Amerika Serikat.
Penangkapan dilakukan ketika Zhang hendak meninggalkan Amerika Serikat menuju Shanghai. Aparat AS menilai kasus tersebut sebagai bagian dari upaya menghadapi operasi pengaruh dan aktivitas intelijen asing di wilayah Amerika.
Direktur FBI Kash Patel menyambut penangkapan tersebut. Ia memperingatkan pihak asing yang mencoba menjalankan operasi spionase di Amerika Serikat bahwa aparat AS akan menindak aktivitas tersebut.
Pemerintah Taiwan turut mengecam dugaan pengawasan terhadap keluarga presiden. Kantor kepresidenan Taiwan menyebut kasus tersebut sebagai contoh dugaan represi lintas negara, serta mengapresiasi tindakan aparat Amerika Serikat dalam melindungi warga Taiwan di luar negeri.
Sementara itu, China menyatakan tidak mengetahui kasus tersebut dan menolak apa yang disebutnya sebagai upaya membesar-besarkan isu mata-mata China. Beijing juga menentang tuduhan yang dinilai digunakan untuk mencemarkan nama baik China.
Kasus ini terjadi ketika hubungan China dan Taiwan masih berada dalam situasi tegang. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sedangkan pemerintahan Lai menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyat Taiwan.
Penangkapan Zhang kini menjadi perhatian karena dugaan operasi tersebut dilakukan terhadap keluarga seorang pemimpin Taiwan di wilayah Amerika Serikat. Kasusnya akan berlanjut melalui proses hukum federal AS untuk mengungkap sejauh mana aktivitas yang dituduhkan dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Sumber: CNN Indonesia