JAKARTA – Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, kembali menyuarakan dukungannya kepada rakyat Palestina. Melalui sebuah video kampanye bersama Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Guardiola mengajak masyarakat dunia agar tidak melupakan penderitaan warga Gaza, terutama anak-anak yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan.
Dalam video yang dirilis pada Senin (19/10/2026), Guardiola menekankan bahwa korban konflik bukan sekadar angka statistik. Menurutnya, setiap orang yang kehilangan nyawa memiliki nama, wajah, keluarga, impian, dan kenangan yang tidak seharusnya diabaikan.
Guardiola juga mengkritik penggunaan bahasa yang dinilainya dapat menyamarkan penderitaan warga sipil. Ia mengingatkan bahwa ketika kematian manusia hanya dipandang sebagai angka, masyarakat berisiko kehilangan kepekaan terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi.
Soroti Penderitaan Anak-Anak Gaza
Dalam pesannya, Guardiola menggambarkan penderitaan anak-anak Palestina yang harus mencari orang tua mereka di antara reruntuhan bangunan. Mereka juga menghadapi kelaparan, kehilangan tempat tinggal, serta ketidakpastian mengenai masa depan di tengah konflik yang berkepanjangan.
Ia menilai anak-anak seharusnya dapat tumbuh dengan aman, mendapatkan pendidikan, dan menjalani kehidupan normal. Namun, konflik telah membuat banyak dari mereka kehilangan kesempatan tersebut bahkan sebelum beranjak dewasa.
Guardiola menegaskan bahwa penderitaan warga Palestina tidak boleh dianggap sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat internasional. Ia mengajak publik untuk tetap menunjukkan kepedulian dan tidak berpaling dari kondisi yang dialami warga sipil di Gaza.
Ajak Masyarakat Terus Membantu Palestina
Selain menyampaikan pesan solidaritas, Guardiola juga mendukung upaya kemanusiaan melalui UNRWA, lembaga PBB yang memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan bantuan darurat.
Melalui kampanye tersebut, masyarakat yang memiliki kemampuan didorong untuk membantu mendukung pekerjaan kemanusiaan bagi warga Palestina. Bantuan tersebut dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Sikap Guardiola bukan kali pertama menjadi perhatian publik. Pada Januari 2026, ia juga menyampaikan dukungan bagi anak-anak Palestina dalam acara amal di Barcelona, Spanyol. Ia sebelumnya telah beberapa kali menggunakan posisinya sebagai figur sepak bola dunia untuk menyuarakan kepedulian terhadap korban konflik dan kekerasan.
Guardiola dikenal luas karena kiprahnya sebagai pelatih sejumlah klub besar Eropa, termasuk Manchester City. Pernyataannya mengenai Palestina kembali memperlihatkan bagaimana tokoh olahraga menggunakan pengaruh publiknya untuk mengangkat isu kemanusiaan di luar lapangan.
Pesan Guardiola kali ini menekankan pentingnya menjaga perhatian dunia terhadap warga Gaza. Ia mengingatkan bahwa di balik setiap angka korban terdapat manusia dengan keluarga dan masa depan yang ikut terdampak. Seruannya menjadi pengingat agar penderitaan warga sipil tidak hilang dari perhatian masyarakat internasional.
Sumber: CNN Indonesia
