JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah kawasan pegunungan di Pulau Jawa sepanjang Oktober 2026. Api masih sulit dipadamkan di beberapa lokasi akibat medan terjal, angin kencang, dan luasnya area terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi ini mendorong petugas gabungan melakukan pemadaman melalui jalur darat maupun udara.
Gunung yang Terdampak Kebakaran
Sejumlah kawasan gunung yang dilaporkan mengalami kebakaran antara lain:
Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur: sekitar 1.000 hektare lahan dilaporkan belum padam berdasarkan data BNPB pada 23 Oktober 2026.
Gunung Argopuro, Jawa Timur: terdapat 1.297 titik kebakaran yang dilaporkan masih ditangani petugas.
Gunung Saeng, Bondowoso: kebakaran dilaporkan terjadi sejak 22 Oktober 2026.
Gunung Bromo, Jawa Timur: kebakaran masih ditangani, sementara luas lahan terdampak dalam pendataan.
Gunung Lawu, Jawa Tengah–Jawa Timur: kebakaran melanda kawasan lereng dan menghambat aktivitas pendakian.
Gunung Sumbing, Jawa Tengah: api membakar kawasan hutan dan membuat jalur pendakian ditutup sementara.
Gunung Pakuwaja, kawasan Dieng: kebakaran juga dilaporkan terjadi dan memerlukan pemantauan setelah pemadaman.
Data tersebut berasal dari laporan yang diterbitkan pada waktu berbeda, sehingga kondisi terkini setiap lokasi dapat berubah.
Pemadaman Terus Dilakukan
BNPB memperkuat penanganan karhutla dengan menyiapkan tambahan helikopter untuk water bombing atau pemadaman melalui penyiraman air dari udara. Pemerintah juga mengerahkan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca guna membantu penanganan kebakaran di Jawa Timur.
Selain mengancam ekosistem hutan, kebakaran juga berisiko menimbulkan kabut asap dan membahayakan pendaki maupun petugas. Masyarakat diminta tidak menyalakan api sembarangan di kawasan hutan serta mematuhi penutupan jalur pendakian yang diberlakukan pengelola.
Pemerintah dan petugas gabungan masih berupaya mengendalikan titik api serta mencegah kebakaran meluas. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala setelah proses pemadaman.
Sumber: CNN Indonesia
