Seo Services

Koalisi Saudi Tuduh Houthi Dibekali Senjata Canggih Pihak Regional

 

RIYADH – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik Yaman menuduh kelompok Houthi memperoleh teknologi persenjataan canggih dengan bantuan sejumlah pihak regional. Persenjataan tersebut mencakup rudal balistik, pesawat nirawak atau drone, hingga kapal cepat yang dilengkapi bahan peledak. 

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyampaikan tuduhan tersebut dalam konferensi pers di Riyadh pada Kamis (15/10/2026). Menurutnya, peningkatan kemampuan militer Houthi menimbulkan ancaman terhadap keamanan Arab Saudi, terutama fasilitas sipil dan jalur pelayaran internasional.

Al-Maliki mendesak komunitas internasional mengambil langkah untuk mencegah kelompok tersebut memperoleh akses terhadap persenjataan dan teknologi militer canggih. Ia juga memperingatkan Houthi agar menghentikan serangan yang mengancam warga sipil serta infrastruktur penting.

Koalisi Saudi mengklaim telah menghancurkan 127 fasilitas penyimpanan senjata dan platform peluncuran milik Houthi di wilayah pegunungan Yaman. Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya melemahkan kemampuan kelompok itu melancarkan serangan lintas perbatasan.

Menurut koalisi, serangan Houthi belakangan menyasar sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi, termasuk bandara dan infrastruktur energi. Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat serta stabilitas kawasan.


Saudi Juga Tuduh Iran Mendukung Houthi


Di tengah meningkatnya ketegangan, pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Rayed Krimly, turut menuduh Iran mempersenjatai, melatih, dan memberikan dukungan kepada kelompok Houthi. Riyadh menilai dukungan tersebut berkontribusi terhadap eskalasi konflik Yaman.

Iran selama ini dituding menjadi salah satu pendukung utama Houthi, meskipun kelompok tersebut juga memiliki kepentingan dan agenda politiknya sendiri. Sejumlah laporan mengenai perkembangan persenjataan Houthi turut menyoroti kemungkinan penggunaan komponen dari berbagai sumber untuk mengembangkan rudal dan drone.

Tuduhan mengenai dukungan pihak regional tersebut menjadi bagian dari perselisihan yang lebih luas dalam konflik Yaman. Keterlibatan aktor eksternal dinilai menambah kompleksitas upaya penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.


Konflik Yaman Kembali Memanas


Situasi keamanan di Yaman kembali memburuk setelah pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Saudi meningkat. Houthi menguasai sejumlah wilayah penting, termasuk ibu kota Sanaa, sejak 2014.

Dalam perkembangan terbaru, kelompok tersebut dilaporkan melancarkan serangan rudal ke kompleks istana kepresidenan di Aden, Yaman selatan. Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang. Houthi juga membantah sejumlah tuduhan terkait serangan terhadap wilayah Arab Saudi. 

Arab Saudi menyatakan akan terus mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Sementara itu, serangan terhadap bandara, fasilitas energi, dan jalur pelayaran menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak konflik terhadap perdagangan dan keamanan regional.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa konflik Yaman tidak hanya menjadi persoalan domestik, tetapi juga berkaitan dengan persaingan kepentingan regional. Hingga laporan tersebut diterbitkan, tuduhan mengenai bantuan persenjataan dari sejumlah pihak regional masih menjadi bagian dari klaim koalisi Saudi, sementara situasi keamanan di kawasan tetap berkembang.


Sumber: CNN Indonesia, Reuters

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.