Seo Services

Militer Yaman Klaim 1.700 Serangan, 900 Milisi Houthi Tewas

 

SANAA – Militer pemerintah Yaman mengklaim telah melancarkan sekitar 1.700 serangan terhadap kelompok Houthi dan menewaskan sekitar 900 milisi dalam eskalasi pertempuran terbaru. Operasi militer tersebut menyasar sejumlah posisi strategis, termasuk benteng pertahanan, kamp militer, dan jalur pasokan kelompok Houthi.

Dilansir CNN Indonesia, Senin (12/10/2026), serangan dilakukan menggunakan berbagai sarana militer, mulai dari pesawat tempur hingga drone. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya pasukan pemerintah Yaman untuk melemahkan kekuatan Houthi yang menguasai sejumlah wilayah di negara itu. 


Menurut laporan ANTARA yang mengutip pernyataan militer pemerintah Yaman, operasi pada Sabtu (10/10/2026) bahkan disebut melibatkan lebih dari 1.900 serangan di berbagai garis depan dalam kurun waktu 24 jam. Juru bicara pasukan pemerintah, Majed al-Nuzaili, menyatakan serangan tersebut menargetkan depot senjata, kamp militer, posisi artileri, konsentrasi pasukan, serta jalur logistik Houthi.

Militer pemerintah Yaman juga mengklaim lebih dari 180 kendaraan militer dan logistik kelompok Houthi hancur atau mengalami kerusakan. Namun, angka korban dan kerusakan tersebut masih merupakan klaim pihak yang bertempur dan belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen. 


Pertempuran juga dilaporkan berlangsung di Provinsi Taiz, wilayah barat daya Yaman. Pasukan pemerintah melancarkan serangan udara terhadap posisi dan kendaraan militer Houthi di sejumlah kawasan, termasuk sekitar Al-Maqrami serta perbukitan Al-Jaasha dan Al-Sallal.

Di Provinsi Marib, pasukan pemerintah turut melancarkan serangan terhadap posisi dan kendaraan militer Houthi. Sementara itu, di Taiz, pasukan pemerintah mengumumkan telah merebut kembali dua bukit strategis yang sebelumnya menjadi bagian dari medan pertempuran. Hingga laporan tersebut diterbitkan, Houthi belum memberikan tanggapan atas sejumlah perkembangan militer itu. 


Eskalasi ini terjadi ketika konflik Yaman semakin berkaitan dengan ketegangan regional di Timur Tengah. Serangan Houthi terhadap sasaran di Arab Saudi, termasuk fasilitas penerbangan dan infrastruktur strategis, menambah kekhawatiran mengenai meluasnya konflik lintas perbatasan.

Arab Saudi sendiri memiliki kepentingan keamanan yang besar di Yaman karena konflik tersebut dapat mengancam wilayah perbatasan dan infrastruktur vitalnya. Serangan terhadap fasilitas energi juga berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan dan pasokan minyak dunia apabila gangguan meluas.


Meski militer pemerintah Yaman mengklaim berhasil menimbulkan kerugian besar bagi Houthi, perkembangan di lapangan masih dinamis. Kedua pihak tetap memiliki kekuatan militer di sejumlah wilayah, sehingga hasil operasi terbaru belum dapat dipastikan akan segera mengakhiri konflik.

Situasi ini menunjukkan bahwa perang di Yaman masih menjadi salah satu sumber ketidakstabilan di Timur Tengah. Selain menimbulkan korban dan kerusakan, konflik berkepanjangan juga memperburuk kondisi kemanusiaan serta meningkatkan risiko terhadap keamanan kawasan.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.