JAKARTA — Polisi membongkar jaringan peredaran narkotika jenis etomidate yang beroperasi secara terorganisasi dan melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA). Pengungkapan tersebut mengarah pada penemuan tiga clandestine laboratory atau laboratorium gelap yang digunakan untuk memproduksi liquid vape mengandung etomidate dan narkotika lainnya.
Kasus ini diungkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Bea Cukai melalui serangkaian penyelidikan sepanjang Juli hingga September 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti dengan nilai diperkirakan mencapai Rp145 miliar.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan, tiga laboratorium gelap ditemukan di dua wilayah. Dua lokasi berada di Jakarta, sementara satu lainnya berada di Sidoarjo, Jawa Timur. Laboratorium tersebut diduga digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi produk vape yang mengandung etomidate.
Pengungkapan jaringan bermula dari operasi bersama petugas Bea Cukai. Salah satu kasus terjadi pada Juli 2026 ketika petugas menggagalkan penyelundupan 2,2 kilogram bahan baku etomidate yang disembunyikan di dalam botol sabun mandi. Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut hingga menemukan jaringan yang lebih luas.
Dalam pengungkapan lainnya, petugas juga menemukan etomidate cair yang disamarkan dalam botol pembersih lensa kontak. Polisi kemudian mengamankan sejumlah WNA asal India yang diduga membawa sekitar 13 kilogram etomidate berbentuk serbuk dari Bangkok dengan modus menyembunyikannya dalam kemasan makanan.
Total tersangka yang diamankan dalam rangkaian perkara tersebut melibatkan warga dari beberapa negara. Polisi menyebut terdapat empat WNI, enam WN India, dan satu WN Singapura dalam kasus yang ditangani Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Selain jaringan yang diungkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta, aparat kepolisian juga menemukan jaringan produksi etomidate lainnya di kawasan PIK 2, Tangerang. Polres Metro Jakarta Barat sebelumnya membongkar tempat produksi etomidate yang dikemas menyerupai cartridge rokok elektrik dan menyita ribuan cartridge serta bahan baku.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa peredaran etomidate tidak hanya berkaitan dengan distribusi produk jadi, tetapi juga melibatkan proses produksi secara tersembunyi. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lain yang diduga terhubung dengan peredaran narkotika tersebut.
Sumber: CNN Indonesia