PARIS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut mengomentari gelombang demonstrasi pelajar SMA yang terjadi di berbagai wilayah Prancis. Trump menuding aksi tersebut berkaitan dengan migrasi massal dan Islam, meski tuntutan utama para demonstran berkaitan dengan kondisi pendidikan.
Melalui unggahan di media sosialnya, Trump menyebut situasi di Prancis sebagai akibat dari “migrasi massal yang tidak terkendali”. Ia juga menilai persoalan tersebut bukan sekadar mengenai sekolah, melainkan terkait Islam yang menurutnya ingin mengambil alih Prancis.
Pernyataan Trump tersebut muncul ketika aksi protes pelajar tengah meluas. Demonstrasi yang awalnya digelar oleh siswa SMA berkembang menjadi gerakan yang mendapat dukungan dari guru, orang tua, serikat pekerja, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Namun, laporan mengenai aksi tersebut menunjukkan bahwa tuntutan para pelajar berfokus pada kondisi sekolah yang buruk, kekurangan guru, fasilitas pendidikan yang tidak memadai, serta persoalan pendanaan pendidikan. Tidak terdapat kaitan yang jelas antara tuntutan utama demonstran dengan isu agama atau migrasi.
Pada Selasa (6/10/2026), jumlah peserta demonstrasi di seluruh Prancis bahkan mencapai lebih dari 250.000 orang menurut data pemerintah. Aksi tersebut juga diwarnai bentrokan dengan polisi dan menyebabkan sejumlah pelajar, tenaga sekolah, serta aparat mengalami luka-luka.
Kerusuhan ini membuat pemerintah Prancis berada di bawah tekanan. Perdana Menteri Sébastien Lecornu sebelumnya mengatakan pemerintah tidak akan mentoleransi kekerasan, tetapi juga menghadapi tuntutan untuk memperbaiki kondisi pendidikan yang menjadi sumber utama kemarahan para pelajar.
Presiden Emmanuel Macron juga menggelar pertemuan darurat dengan sejumlah menteri untuk membahas situasi tersebut. Para pelajar dan kelompok pendukung mereka berencana melanjutkan aksi apabila tuntutan terkait perbaikan sistem pendidikan tidak segera ditanggapi.
Pernyataan Trump pun mendapat sorotan karena berbeda dengan alasan yang disampaikan para demonstran di lapangan. Gelombang protes tersebut sejauh ini lebih banyak dipicu persoalan pendidikan dan layanan publik, bukan tuntutan berbasis agama maupun penolakan terhadap kebijakan migrasi.
Sumber: CNN Indonesia, Reuters