MAKASSAR – Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memburuk dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan yang terbawa angin hingga ke wilayah Sulawesi Selatan.
Kondisi udara yang memburuk membuat pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan polusi dan partikulat di udara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan pergerakan asap karhutla dari Kalimantan. Asap terbawa oleh pola angin sehingga memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman merespons kondisi tersebut dengan menyiapkan surat edaran mengenai penggunaan masker. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dalam waktu cukup lama.
Kondisi udara yang buruk menjadi perhatian karena partikulat halus yang terkandung dalam asap dapat terhirup oleh masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati.
Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan langsung terhadap partikulat, terutama saat berada di kawasan dengan konsentrasi asap yang tinggi.
BMKG sendiri menggunakan konsentrasi PM2.5 sebagai salah satu indikator kualitas udara. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Pemerintah berharap kondisi udara di Makassar kembali membaik seiring perubahan arah dan kondisi angin. Namun, selama asap karhutla masih terbawa ke wilayah Sulawesi Selatan, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi kualitas udara dari pihak berwenang.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan di wilayah yang mengalami kebakaran. Asap dapat terbawa angin hingga ke daerah lain dan mengganggu kualitas udara serta aktivitas masyarakat.
Sumber: CNN Indonesia