SIDRAP – Kasus perundungan terhadap seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Sulawesi Selatan menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Korban yang berusia 13 tahun diduga mengalami perundungan oleh sekitar 10 teman sekolahnya, termasuk aksi melempari korban menggunakan ompreng atau wadah makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dilansir CNN Indonesia, Senin (12/10/2026), peristiwa tersebut melibatkan seorang siswi SMP Negeri 1 Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Rekaman kejadian yang beredar luas di media sosial memicu perhatian masyarakat dan mendorong perlunya penanganan terhadap dugaan kekerasan di lingkungan sekolah. <Cite refs={["turn422289news0"]}/>
Dalam video yang beredar, korban diduga menjadi sasaran tindakan sejumlah teman sebayanya. Ompreng MBG terlihat menjadi salah satu benda yang digunakan untuk melempari korban. Peristiwa ini memunculkan keprihatinan karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya memberikan rasa aman bagi para siswa.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, motif di balik dugaan perundungan itu masih diselidiki. Informasi mengenai pemicu kejadian, kondisi korban setelah peristiwa tersebut, serta kemungkinan adanya perundungan sebelumnya masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi pihak berwenang.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan perundungan di kalangan pelajar. Tindakan mengejek, mengintimidasi, mengucilkan, hingga melakukan kekerasan fisik dapat menimbulkan dampak terhadap kondisi psikologis dan proses belajar korban. Karena itu, penanganan kasus perlu memperhatikan keselamatan serta pemulihan korban, bukan hanya memberikan sanksi kepada pelaku.
Pihak sekolah memiliki peran penting dalam memastikan lingkungan belajar tetap aman. Penanganan dapat dilakukan melalui pemeriksaan kejadian, pendampingan korban, komunikasi dengan orang tua, serta pembinaan terhadap siswa yang terlibat. Jika ditemukan unsur kekerasan, penanganan juga perlu melibatkan pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis yang menyediakan makanan bagi siswa perlu dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah. Peralatan makan yang disediakan untuk mendukung program tersebut semestinya digunakan sesuai fungsinya, bukan dijadikan sarana untuk menyakiti siswa lain.
Masyarakat juga diimbau agar tidak menyebarkan identitas maupun rekaman yang dapat mempermalukan korban, terlebih karena korban masih berusia anak-anak. Penyebaran video secara berulang berisiko memperpanjang tekanan yang dialami korban dan menghambat proses pemulihannya.
Kasus dugaan perundungan di SMP Negeri 1 Rappang ini menjadi pengingat bahwa kekerasan antarpelajar tidak boleh dianggap sebagai candaan atau persoalan sepele. Diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa serta memastikan setiap siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman.
Sumber: CNN Indonesia
