BATAM – Warga Kota Batam, Kepulauan Riau, menghadapi kondisi sulit setelah pemadaman listrik massal atau blackout yang disusul kabut asap tebal yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus memunculkan keluhan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.
Pada Rabu (14/10/2026), sejumlah warga mengaku mengalami mata perih, pandangan terganggu, hingga sesak napas akibat menghirup udara yang dipenuhi asap. Kabut asap juga mengurangi jarak pandang sehingga menyulitkan aktivitas di luar ruangan.
Salah seorang warga Batam, Jaharudin, yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, mengatakan kondisi asap kali ini terasa lebih parah dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Ia mengeluhkan pandangan yang semakin kabur, mata terasa perih, serta napas yang mulai sesak. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman.
Pendapatan Pengemudi Ojol Ikut Terdampak
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan. Jaharudin juga mengaku pendapatannya menurun karena jumlah penumpang ojek online menjadi lebih sedikit.
Kondisi udara yang tidak sehat membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga yang bekerja di luar ruangan, termasuk pengemudi ojek online, harus menghadapi risiko paparan asap saat menjalankan pekerjaan.
Situasi tersebut menambah beban warga yang sebelumnya telah mengalami gangguan akibat pemadaman listrik massal di Batam.
Blackout Menambah Kesulitan Warga
Sebelum kabut asap kembali menyelimuti wilayah tersebut, warga Batam lebih dahulu menghadapi pemadaman listrik yang berdampak pada berbagai aktivitas. Gangguan listrik sebelumnya juga dilaporkan memengaruhi pasokan air bersih dan akses komunikasi di sejumlah kawasan.
Ketika kabut asap datang, masyarakat harus menghadapi persoalan tambahan berupa kualitas udara yang memburuk. Kombinasi gangguan tersebut membuat aktivitas harian dan pekerjaan sebagian warga semakin sulit dilakukan.
Kabut asap yang menyelimuti Batam diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Meski demikian, penyebab serta sumber pasti asap yang mencapai Batam masih perlu dipastikan melalui pemantauan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi mata. Penggunaan masker yang sesuai dan pembatasan aktivitas di luar ruangan saat asap pekat dapat menjadi langkah perlindungan sementara.
Kondisi ini kembali menyoroti dampak karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah yang terdampak asap.
Sumber: CNN Indonesia
