Partai Demokrat berhasil mencatatkan kemenangan besar dalam pemilihan umum sela atau midterm elections Amerika Serikat (AS) yang digelar pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Berdasarkan proyeksi sejumlah media besar, Demokrat berhasil merebut mayoritas kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Republik dan semakin dekat untuk menguasai Senat. Hasil ini menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump dan partainya.
Dalam penghitungan sementara, Partai Demokrat unggul dengan perolehan 178 kursi DPR, sementara Partai Republik memperoleh 105 kursi. Untuk menguasai mayoritas DPR yang memiliki total 435 kursi, sebuah partai membutuhkan sedikitnya 218 kursi. Hasil tersebut masih dalam proses penghitungan, tetapi sejumlah media telah memproyeksikan kemenangan Demokrat.
Persaingan di Senat juga menunjukkan perkembangan positif bagi Demokrat. Hasil sementara versi CNN mencatat Demokrat mengamankan 51 kursi, sedangkan Partai Republik memperoleh 39 kursi. Sebelum pemilu berlangsung, Partai Republik menguasai 53 dari total 100 kursi Senat, sementara Demokrat memiliki 47 kursi.
Sejumlah kemenangan penting turut memperkuat posisi Demokrat, termasuk keberhasilan Roy Cooper merebut kursi Senat di North Carolina setelah mengalahkan kandidat Partai Republik, Michael Whatley. Demokrat juga berhasil mempertahankan sejumlah kursi penting di beberapa negara bagian.
Hasil pemilu sela ini menjadi evaluasi politik terhadap pemerintahan Trump pada masa jabatan keduanya. Sejumlah persoalan, seperti meningkatnya biaya hidup, kebijakan tarif perdagangan, serta perang Amerika Serikat melawan Iran yang berdampak pada kenaikan harga energi, menjadi isu utama yang memengaruhi perhatian pemilih.
Jika Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres, pemerintahan Trump diperkirakan menghadapi pengawasan lebih ketat dari pihak oposisi. Demokrat dapat menggunakan kekuatan mayoritas untuk menghambat sejumlah agenda legislasi pemerintah serta membuka penyelidikan terhadap kebijakan dan kinerja pemerintahan.
Meski demikian, proses penghitungan suara masih berlangsung sehingga komposisi akhir DPR dan Senat belum sepenuhnya ditetapkan. Perkembangan hasil pemilu ini menjadi penentu keseimbangan kekuatan politik di Washington selama dua tahun terakhir masa pemerintahan Donald Trump.
Sumber: CNN Indonesia
