Toronto – Kota Toronto, Kanada, mencatat kualitas udara terburuk di dunia setelah asap tebal dari kebakaran hutan (wildfire) di wilayah utara Ontario menyelimuti kawasan tersebut. Kondisi ini memicu peringatan kesehatan dari pemerintah Kanada dan mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, bahkan dampaknya mulai dirasakan hingga sejumlah kota di Amerika Serikat.
Asap Tebal Picu Peringatan Kesehatan
Environment Canada menetapkan Air Quality Health Index (AQHI) pada level 10+ atau "risiko sangat tinggi", yang berarti kualitas udara berada pada tingkat berbahaya bagi kesehatan. Warga diminta menghindari aktivitas berat di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit jantung maupun gangguan pernapasan.
Acara Publik Terpaksa Dibatalkan
Kabut asap yang menyelimuti Toronto menyebabkan jarak pandang menurun drastis. Sejumlah kegiatan luar ruangan, termasuk FIFA Fan Festival dan acara nonton bareng Piala Dunia yang melibatkan pertandingan Inggris vs Argentina, dibatalkan demi menjaga keselamatan masyarakat. Di Amerika Serikat, otoritas juga mengeluarkan peringatan kualitas udara menjelang final Piala Dunia di New Jersey yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 80.000 penonton.
Ratusan Kebakaran Masih Berkobar
Menurut otoritas Kanada, hingga pertengahan Juli terdapat 835 kebakaran hutan aktif, dengan 112 di antaranya belum berhasil dikendalikan. Kebakaran telah menghanguskan sekitar 1,9 juta hektare lahan, terutama di provinsi Ontario, Manitoba, dan Saskatchewan. Kondisi cuaca panas, kekeringan, serta angin kencang membuat upaya pemadaman menjadi semakin sulit.
Asap Menyebar hingga Amerika Serikat
Asap dari kebakaran hutan tidak hanya menyelimuti Kanada, tetapi juga terbawa angin ke sejumlah wilayah di Amerika Serikat bagian timur laut. Kota-kota seperti New York mengalami penurunan kualitas udara yang signifikan, sehingga otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah.
Perubahan Iklim Jadi Sorotan
Para ahli menyatakan bahwa meningkatnya frekuensi kebakaran hutan dan gelombang panas merupakan dampak yang semakin nyata dari perubahan iklim. Mereka mengingatkan bahwa kejadian seperti ini diperkirakan akan semakin sering terjadi jika suhu global terus meningkat.
Pemerintah Kanada terus memantau perkembangan kebakaran hutan serta mengerahkan sumber daya tambahan untuk memadamkan api dan melindungi masyarakat yang terdampak.
Sumber: Reuters