Seo Services

Rupiah Kembali Tertekan, Tembus Rp18.091 per Dolar AS



Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin (13/7). Mata uang Garuda dibuka turun 26 poin atau sekitar 0,14% ke posisi Rp18.091 per dolar Amerika Serikat (AS), melanjutkan tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik.

Dolar AS Menguat di Pasar Global

Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) serta berbagai sentimen global yang memengaruhi arus investasi ke negara berkembang.

Penguatan dolar membuat mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah, berada di bawah tekanan pada awal pekan perdagangan.

Pelaku Pasar Tunggu Arah Kebijakan

Analis menilai investor saat ini masih bersikap hati-hati sambil menunggu sejumlah data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun Amerika Serikat. Pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung.

Selain itu, arus modal asing dan pergerakan harga komoditas diperkirakan akan menjadi faktor yang turut menentukan arah rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Bank Indonesia Terus Pantau Stabilitas Rupiah

Di tengah volatilitas pasar global, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Kebijakan moneter dan langkah stabilisasi diharapkan mampu meredam gejolak yang dipicu sentimen eksternal.

Pelaku pasar juga berharap kondisi ekonomi domestik yang tetap terjaga dapat menjadi penopang bagi pergerakan rupiah dalam jangka menengah.

Meski memulai pekan dengan pelemahan, pergerakan rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, kebijakan bank sentral utama dunia, serta sentimen investor terhadap aset di pasar negara berkembang.

Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.