Media yang dikelola Houthi melaporkan, dua lokasi militer menjadi sasaran serangan pada Jumat (24/7) waktu setempat. Akibat serangan tersebut, sedikitnya dua orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara kerusakan terjadi di sejumlah fasilitas yang berada di sekitar lokasi.
Serangan ini dilakukan setelah kelompok Houthi dalam beberapa hari terakhir meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi, termasuk dengan ancaman terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur strategis di Laut Merah. Situasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik Yaman dapat kembali memasuki babak baru setelah sempat mereda dalam beberapa tahun terakhir.
Pengamat menilai, meningkatnya aksi saling serang antara Arab Saudi dan Houthi juga dipengaruhi memanasnya konflik regional yang melibatkan Iran dan sekutu-sekutunya. Houthi yang mendapat dukungan dari Iran disebut semakin agresif, sementara Riyadh berupaya melindungi wilayah serta infrastruktur vitalnya dari ancaman rudal dan drone.
Sejumlah upaya diplomasi yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara kawasan hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah, terutama karena Laut Merah merupakan salah satu jalur perdagangan dan distribusi energi paling penting di dunia.
Konflik yang terus memanas dikhawatirkan tidak hanya memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok global apabila ketegangan meluas ke jalur pelayaran internasional.
Sumber: CNN Indonesia
