Berdasarkan laporan CNN Indonesia, sebanyak 3.764 kasus ISPA tercatat di Malaysia dalam periode ketika kabut asap melanda sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dikaitkan dengan paparan asap yang bergerak lintas batas dari wilayah Indonesia.
Dampak kabut asap paling terasa di sejumlah wilayah yang berdekatan dengan Pulau Kalimantan. Asap dari kebakaran di Indonesia terbawa angin dan menurunkan kualitas udara di wilayah Malaysia, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Kementerian Kesehatan menyebut karhutla telah berdampak pada sejumlah provinsi dan memicu peningkatan kasus ISPA. Di Kalimantan Tengah, misalnya, kasus ISPA meningkat dari 402 menjadi 716 kasus hanya dalam waktu satu pekan atau naik sekitar 78,1 persen.
Sementara di Kalimantan Barat, lebih dari 151 ribu kasus ISPA tercatat sejak Januari 2026. Lonjakan kasus terutama dilaporkan di wilayah Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, pemerintah Indonesia telah mengerahkan 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog ke sejumlah daerah terdampak. Pemerintah juga menyalurkan ratusan ribu perlengkapan kesehatan, termasuk masker dan peralatan pendukung pernapasan.
Kabut asap juga dilaporkan telah mencapai Sarawak, Malaysia. Kondisi kualitas udara di Kuching sempat memburuk hingga masuk kategori sangat berbahaya, sementara pemerintah Sarawak mengambil langkah meliburkan sekolah pada 20–21 Agustus untuk mengurangi paparan terhadap siswa.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan di wilayah yang mengalami kebakaran. Pergerakan asap lintas batas membuat negara-negara tetangga, khususnya Malaysia, ikut merasakan dampaknya.
Musim kemarau yang masih berlangsung membuat risiko karhutla dan kabut asap diperkirakan belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker ketika berada di luar rumah, memantau kualitas udara, serta segera mendapatkan layanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.
Sumber: CNN Indonesia