BRITISH COLUMBIA – Kebakaran hutan yang melanda wilayah British Columbia, Kanada, menelan korban jiwa pertama. Seorang perempuan berusia 80 tahun meninggal dunia saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran Bald Range wildfire yang bergerak cepat di wilayah selatan provinsi tersebut.
Menurut Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP), korban merupakan warga Meadow Valley. Ia meninggal secara mendadak ketika sedang melakukan evakuasi bersama seorang anggota keluarganya. Polisi menyebut korban menjadi kematian pertama yang dilaporkan akibat kebakaran Bald Range.
Kebakaran tersebut berkembang dengan sangat cepat dalam beberapa hari terakhir. Hingga Senin (10/8/2026), api telah membakar lebih dari 13.600 hektare lahan dan memaksa lebih dari 20.000 orang meninggalkan rumah mereka. Sejumlah wilayah, termasuk Summerland dan Peachland, terdampak perintah evakuasi.
Situasi semakin sulit karena kondisi cuaca yang panas dan kering membuat vegetasi mudah terbakar. Api yang terus meluas juga menimbulkan ancaman terhadap permukiman dan kawasan perkotaan di sekitar wilayah Okanagan.
Summerland, yang menjadi salah satu daerah terdampak, memiliki jumlah penduduk lanjut usia yang cukup besar. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi warga yang membutuhkan bantuan untuk meninggalkan rumah dengan cepat.
Pemerintah British Columbia sebelumnya telah menetapkan status keadaan darurat provinsi akibat meningkatnya ancaman kebakaran. Ribuan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka, sementara petugas pemadam kebakaran terus berupaya memperlambat penyebaran api.
Kebakaran Bald Range juga menjadi bagian dari situasi kebakaran hutan yang lebih luas di Kanada. Reuters melaporkan lebih dari 4.600 kebakaran telah tercatat di seluruh Kanada sepanjang musim ini, dengan area yang terbakar mencapai sekitar 4 juta hektare. Kondisi panas, kering, petir, dan angin meningkatkan risiko muncul serta meluasnya kebakaran.
Pemerintah Kanada telah menyiapkan dukungan tambahan untuk British Columbia. Bantuan federal dikerahkan karena skala kebakaran dan jumlah warga yang harus dievakuasi semakin besar. Personel pemadam kebakaran dari luar negeri juga turut membantu operasi penanganan kebakaran.
Kematian perempuan berusia 80 tahun tersebut menjadi pengingat betapa berbahayanya proses evakuasi ketika kebakaran bergerak cepat. Bagi warga yang berada di wilayah rawan, mengikuti perintah evakuasi menjadi sangat penting karena kondisi api dapat berubah dalam waktu singkat.
Hingga kini, petugas masih berjuang mengendalikan kebakaran sementara pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak. Warga yang telah dievakuasi juga belum dapat dipastikan kapan bisa kembali ke rumah masing-masing.
Kebakaran ini menunjukkan bahwa musim kebakaran hutan di Kanada kembali menjadi ancaman serius, terutama di wilayah yang mengalami cuaca panas dan kekeringan berkepanjangan.
Sumber: Reuters