BOGOR – Timnas Vietnam meraih kemenangan telak 3-0 atas Indonesia dalam laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa persiapan Vietnam menghadapi Garuda berlangsung serius, termasuk pemantauan langsung yang dilakukan pelatih Kim Sang-sik beberapa waktu sebelumnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Kim Sang-sik sebelumnya memang terlihat hadir langsung saat Indonesia menghadapi Mozambik dalam FIFA Matchday Juni 2026. Pelatih asal Korea Selatan itu menyaksikan pertandingan dari tribun GBK untuk mempelajari permainan Indonesia menjelang Piala AFF 2026. Kehadirannya bahkan disebut sebagai aksi "mata-mata" untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kekuatan dan pola permainan Garuda.
Pengamatan tersebut menjadi salah satu bagian dari persiapan Vietnam. Kim dapat melihat secara langsung bagaimana Indonesia membangun serangan, mengatur lini pertahanan, hingga memanfaatkan bola-bola udara. Vietnam kemudian memiliki waktu untuk menyiapkan strategi khusus menghadapi karakter permainan Indonesia.
Perhatian Vietnam juga tertuju kepada striker muda Mitchell Baker, yang sebelumnya tampil mengejutkan dengan mencetak hattrick ketika Indonesia menghancurkan Kamboja 5-1. Postur Baker yang mencapai sekitar 196 cm membuatnya menjadi salah satu pemain yang perlu diwaspadai oleh lini pertahanan Vietnam.
Kekhawatiran tersebut membuat Kim dan tim pelatih Vietnam harus menyiapkan pertahanan yang mampu meredam keunggulan fisik serta permainan udara Indonesia. Pengalaman mengamati langsung pertandingan Indonesia di GBK memberikan tambahan informasi sebelum kedua tim bertemu di Pakansari.
Namun, pada pertandingan sebenarnya, Vietnam mampu menjalankan strategi dengan sangat efektif. Indonesia kesulitan mengembangkan permainan dan menciptakan peluang berbahaya. Sebaliknya, Vietnam tampil lebih efisien dalam memanfaatkan kesempatan yang diperoleh hingga akhirnya mencatat kemenangan 3-0.
Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya persiapan dan analisis lawan dalam turnamen dengan jadwal padat seperti Piala AFF. Kim Sang-sik tidak hanya mengandalkan latihan timnya sendiri, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk mengamati calon lawan secara langsung.
Sebelum laga tersebut, Vietnam memang sudah menaruh perhatian besar terhadap Indonesia. Setelah Garuda menang 5-1 atas Kamboja, pemain muda Mitchell Baker menjadi salah satu perhatian utama kubu Vietnam. Bahkan media Vietnam menilai Indonesia sebagai salah satu ancaman serius dalam persaingan Grup A.
Bagi Indonesia, kekalahan 0-3 menjadi hasil yang mengecewakan setelah sebelumnya mengawali turnamen dengan kemenangan besar. Hasil tersebut sekaligus menjadi pelajaran bagi skuad asuhan John Herdman untuk memperbaiki permainan pada pertandingan berikutnya.
Pertandingan Indonesia dan Vietnam juga menunjukkan bahwa persaingan kedua negara di level sepak bola Asia Tenggara semakin ketat. Vietnam datang sebagai juara bertahan dan memiliki pengalaman menghadapi Indonesia, sementara Garuda membawa sejumlah pemain muda serta kekuatan baru yang sebelumnya membuat lawan-lawannya kesulitan.
Dengan kemenangan telak tersebut, Vietnam berhasil menunjukkan bahwa pengamatan Kim Sang-sik terhadap permainan Indonesia di GBK bukan sekadar kunjungan biasa. Informasi yang diperoleh dari pertandingan tersebut menjadi salah satu bekal bagi Vietnam dalam menyusun strategi menghadapi Garuda di Piala AFF 2026.
Sumber: CNN Indonesia