Jakarta – Kuba kembali dilanda pemadaman listrik nasional setelah krisis bahan bakar yang berkepanjangan membuat pasokan listrik di negara itu lumpuh. Pemadaman massal tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah Kuba gelap gulita dan mengganggu aktivitas jutaan warga. Ini menjadi pemadaman listrik berskala nasional yang keenam sepanjang 2026, menandakan krisis energi di negara tersebut belum juga mereda.
Pemerintah Kuba menyatakan kelangkaan bahan bakar menjadi penyebab utama terganggunya operasional pembangkit listrik. Sebagian besar listrik di Kuba masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar minyak, sehingga menipisnya stok BBM membuat sejumlah pembangkit terpaksa berhenti beroperasi dan memicu kolapsnya sistem kelistrikan nasional.
Akibat pemadaman tersebut, berbagai layanan publik ikut terdampak. Aktivitas transportasi, rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, hingga jaringan komunikasi mengalami gangguan. Warga di sejumlah kota juga harus menghadapi kondisi tanpa listrik selama berjam-jam, bahkan di beberapa wilayah berlangsung lebih lama sambil menunggu proses pemulihan jaringan.
Pemerintah Kuba mengaku terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap. Tim teknis dikerahkan untuk mengaktifkan kembali pembangkit listrik yang masih memiliki pasokan bahan bakar, sementara distribusi energi diprioritaskan untuk fasilitas vital seperti rumah sakit dan layanan darurat. Namun, proses pemulihan diperkirakan tidak berlangsung cepat karena pasokan BBM masih sangat terbatas.
Krisis energi yang melanda Kuba dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan impor bahan bakar, kondisi pembangkit listrik yang telah berusia tua, hingga tekanan ekonomi yang membatasi kemampuan pemerintah memperoleh pasokan energi dari luar negeri. Situasi tersebut membuat pemadaman listrik berulang kali terjadi sepanjang tahun ini dan semakin membebani kehidupan masyarakat.
Para pengamat menilai krisis energi di Kuba masih berpotensi berlanjut apabila pasokan bahan bakar belum kembali stabil. Pemerintah diharapkan dapat menemukan solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk melalui diversifikasi sumber energi dan modernisasi infrastruktur kelistrikan.
Sumber: CNN Indonesia