TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyita sebuah drone bawah laut milik Amerika Serikat (AS) di kawasan strategis Selat Hormuz.
Dilansir dari CNN Indonesia, drone tersebut disebut sebagai Remus 600, kendaraan bawah laut tanpa awak yang digunakan untuk menjalankan berbagai misi di bawah permukaan laut.
IRGC menyatakan drone itu berhasil diamankan oleh pasukan angkatan lautnya dalam sebuah operasi di Selat Hormuz. Setelah disita, perangkat tersebut disebut telah diserahkan kepada para ahli Iran untuk diperiksa dan diambil informasinya.
Klaim tersebut juga diberitakan oleh Anadolu, yang menyebut IRGC mengatakan Remus 600 kini berada di tangan para spesialis Iran untuk memperoleh data dari perangkat tersebut.
Iran turut menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan tindakan terhadap aktivitas yang dianggap berbahaya maupun pelintasan tanpa izin di Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang masih tegang di kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi salah satu jalur penting bagi lalu lintas energi dunia.
Sementara itu, laporan lain menyebut klaim penyitaan drone tersebut terjadi ketika upaya diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz masih berlangsung. Sebelumnya, Iran juga dilaporkan pernah mengumumkan penyitaan kendaraan bawah laut tanpa awak AS lainnya di kawasan tersebut.
Sumber: CNN Indonesia