SEOUL – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan puas setelah menyaksikan langsung uji coba sistem senjata tempur baru yang dilakukan negaranya. Uji coba tersebut disebut Pyongyang sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan militer dan mengembangkan teknologi persenjataan terbaru.
Uji coba berlangsung pada Minggu (20/9/2026) dan disaksikan langsung oleh Kim Jong Un. Dalam laporan media pemerintah Korea Utara, sistem senjata tersebut disebut memiliki teknologi pertahanan modern dan dinilai penting bagi perkembangan kemampuan militer negara tersebut.
Korea Utara tidak secara terbuka menjelaskan jenis senjata yang diuji. Namun, foto-foto yang dirilis menunjukkan Kim Jong Un bersama putrinya, Ju-ae, mengamati layar yang menampilkan informasi mengenai lintasan penerbangan rudal dengan nama Hwasongpho-11Ma-1.
Militer Korea Selatan sebelumnya mendeteksi dua rudal balistik jarak pendek diluncurkan dari wilayah pesisir timur Korea Utara. Rudal tersebut dilaporkan terbang sekitar 450 kilometer dan 600 kilometer sebelum jatuh ke laut.
Sementara itu, data yang terlihat pada layar dalam foto yang dirilis Korea Utara menunjukkan klaim jarak penerbangan mencapai 908,2 kilometer dengan kecepatan sekitar 2.146 meter per detik. Klaim tersebut masih menjadi perhatian karena berbeda cukup jauh dengan penilaian awal militer Korea Selatan.
Sejumlah analis juga menduga sistem tersebut berkaitan dengan pengembangan rudal hipersonik. Teknologi ini dirancang agar rudal dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi sekaligus memiliki kemampuan manuver yang dapat menyulitkan sistem pertahanan rudal.
Kim Jong Un menyebut pengembangan sistem senjata tersebut sebagai kemajuan penting dalam modernisasi angkatan bersenjata Korea Utara. Ia juga mengatakan perkembangan itu akan memperkuat kesiapan perang negaranya dan memberikan tekanan terhadap pihak yang dianggap sebagai lawan.
Uji coba ini berlangsung ketika situasi di Semenanjung Korea masih diwarnai ketegangan terkait program nuklir dan rudal Korea Utara. Pada saat yang sama, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang terus berkoordinasi mengenai keamanan kawasan serta upaya membuka kembali jalur diplomasi dengan Pyongyang.
Sumber: CNN Indonesia