JAKARTA – Kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern membuat pemerintah mengambil langkah untuk memperkuat pasokan. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog menambah pasokan beras premium hingga 300 ribu ton ke jaringan ritel.
Amran menyebut jumlah tersebut masih dapat ditingkatkan apabila kebutuhan pasar terus bertambah. Ia menegaskan stok beras pemerintah saat ini masih dalam jumlah besar sehingga pasokan untuk ritel dapat segera ditambah.
Menurut Amran, stok beras pemerintah berada di kisaran 4,6 juta ton, dengan kapasitas gudang tambahan yang juga telah disiapkan. Karena itu, pemerintah menilai ketersediaan beras secara umum masih aman, sementara persoalan yang terjadi lebih terlihat pada ketersediaan beras premium di sejumlah ritel modern.
Sebelumnya, Bulog juga telah menyalurkan sekitar 110 ribu ton beras ke jaringan ritel modern selama satu bulan. Jumlah tersebut terdiri dari 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium. Beberapa jaringan ritel yang mendapat pasokan antara lain Indomaret, Alfamart, Tip Top, Indogrosir dan Hero.
Penambahan pasokan ini dilakukan di tengah persoalan sejumlah produk beras fortifikasi. Bapanas sebelumnya menemukan 25 merek beras fortifikasi yang memiliki persoalan terkait administrasi, kandungan gizi, maupun mutu. Sejumlah produk telah ditarik dari peredaran dan produksinya dihentikan.
Dengan tambahan pasokan dari Bulog, pemerintah berharap kekosongan beras premium di rak-rak ritel modern dapat segera teratasi dan masyarakat tetap memperoleh beras dengan lebih mudah.
Sumber: CNN Indonesia