Seo Services

Malaysia Lirik Batik Air, Ada Apa dengan AirAsia?

 

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia tengah menjajaki kemungkinan meminta maskapai lain, termasuk Batik Air dan Malaysia Airlines, untuk mengambil sebagian pasar domestik AirAsia di tengah tekanan keuangan yang dihadapi maskapai berbiaya rendah tersebut.

Pembicaraan tersebut disebut meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Malaysia disebut sedang menyiapkan sejumlah skenario untuk menjaga konektivitas penerbangan domestik apabila kondisi AirAsia semakin tertekan.


AirAsia diketahui memiliki peran besar dalam penerbangan domestik Malaysia. Maskapai tersebut menguasai sekitar 60% pasar penerbangan domestik Malaysia dan sekitar 40% dari keseluruhan pasar penerbangan negara tersebut.

Tekanan terhadap AirAsia antara lain dipicu melonjaknya biaya bahan bakar pesawat. Pada kuartal II 2026, harga bahan bakar jet disebut meningkat signifikan akibat ketegangan geopolitik.


Kondisi keuangan AirAsia juga menjadi perhatian. Per 30 Juni 2026, perusahaan tercatat memiliki kewajiban lancar sekitar 18,4 miliar ringgit. AirAsia juga membukukan rugi bersih 831 juta ringgit pada kuartal II 2026.

Meski demikian, AirAsia menyatakan tetap fokus menjaga keberlangsungan operasional dan melakukan berbagai langkah efisiensi, termasuk memangkas rute yang kurang menguntungkan serta melakukan restrukturisasi kontrak dan armada.


Sementara itu, Batik Air dan Malaysia Airlines disebut bersedia memperluas jaringan secara organik untuk mengambil peluang dari rute yang ditinggalkan AirAsia. Namun, keduanya disebut akan mempertimbangkan pengambilalihan dalam skala besar apabila turut mendapatkan akses terhadap sewa pesawat AirAsia.

Pembicaraan ini masih berada pada tahap penjajakan dan belum menunjukkan adanya keputusan bahwa Batik Air akan mengambil alih bisnis AirAsia.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.