JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengungkap penyebab sejumlah proyek hunian LRT City belum juga rampung. Kondisi tersebut membuat sekitar 2.400 konsumen hingga kini belum menerima unit yang telah mereka pesan.
Direktur Utama Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menjelaskan masalah bermula dari penjualan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha Adhi Karya, yang tidak mencapai target. Penurunan pasar properti kemudian berdampak pada kondisi arus kas perusahaan.
Menurut Moeharmein, kondisi pasar semakin berat setelah adanya krisis ekonomi pada 2018 dan pandemi COVID-19. Situasi tersebut membuat penjualan ADCP tidak sesuai dengan ekspektasi sehingga perusahaan mengalami kesulitan cash flow untuk melanjutkan proyek.
Berdasarkan pemetaan Adhi Karya, dari sekitar 5.400 unit yang telah terjual, sebanyak 3.000 unit sudah diserahterimakan kepada konsumen. Sementara sekitar 2.400 unit lainnya masih belum diterima pembeli.
Adhi Karya menyatakan akan mengawal penyelesaian persoalan tersebut. Perusahaan juga meminta maaf kepada konsumen dan berkomitmen menyelesaikan proyek dengan kualitas yang baik.
Di sisi lain, pemerintah melalui BP BUMN dan Danantara tengah menyiapkan sejumlah opsi penyelesaian. Pilihannya mencakup melanjutkan pembangunan hingga kemungkinan pengembalian dana (refund) kepada konsumen.
Pemerintah juga menyatakan proyek tersebut akan diperiksa untuk memastikan apakah terdapat persoalan tata kelola di internal perusahaan.
Sumber: CNN Indonesia