LUMAJANG — Gunung Semeru di Jawa Timur masih menunjukkan aktivitas erupsi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena status aktivitas vulkanik Semeru berada pada Level III atau Siaga sejak 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memastikan kondisi tersebut tidak serta-merta berarti masyarakat harus dievakuasi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru, erupsi Semeru masih terjadi secara berkala. Pada awal September 2026, gunung yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang itu beberapa kali mengalami erupsi dengan kolom abu yang teramati dari puncak.
Status Siaga Bukan Berarti Evakuasi
BPBD menjelaskan bahwa status Level III merupakan indikator bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih tinggi sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Namun, status tersebut tidak secara otomatis berarti seluruh warga di sekitar gunung harus mengungsi.
Langkah evakuasi akan dilakukan apabila kondisi di lapangan menunjukkan adanya peningkatan ancaman terhadap permukiman atau masyarakat di kawasan rawan bencana.
Karena itu, warga diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terutama terkait batas zona bahaya dan potensi ancaman seperti awan panas guguran, lava maupun material vulkanik.
Aktivitas Semeru Masih Berlangsung
Semeru dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsi yang terus berlangsung membuat pemantauan dilakukan secara berkelanjutan.
Data terbaru juga menunjukkan Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin, 7 September 2026 malam. Dalam sepekan, aktivitas erupsi tercatat beberapa kali.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa status Level III bukan sekadar status administratif, tetapi berkaitan dengan aktivitas vulkanik yang memang masih berlangsung.
Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan Semeru diminta tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya. Warga juga diimbau tidak mudah mempercayai video atau informasi di media sosial yang tidak berasal dari sumber resmi.
Warga Diminta Tetap Waspada
Di tengah aktivitas erupsi yang berlangsung, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi bahaya.
Kewaspadaan terutama diperlukan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran dan aliran lahar. Saat hujan deras terjadi di kawasan puncak, material vulkanik yang berada di lereng juga dapat terbawa aliran sungai dan meningkatkan risiko lahar.
Sebelumnya, pemerintah Kabupaten Lumajang juga beberapa kali mengingatkan masyarakat agar mematuhi zona bahaya dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
BPBD bersama petugas pemantauan gunung api akan terus memonitor perkembangan Semeru. Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama apabila terjadi perubahan aktivitas gunung.
Sumber: CNN Indonesia