Makassar – Seorang anggota TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjadi korban penyerangan menggunakan busur panah saat mengendarai sepeda motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian perut bawah dan harus mendapatkan penanganan medis.
Polisi telah mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Empat di antaranya diketahui masih berusia di bawah 18 tahun. Aparat masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan dalam kasus tersebut.
Korban Diserang di Jalan
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Korban saat itu melintas di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di sekitar depan Kampus Universitas Bosowa, Makassar.
Korban diketahui sebelumnya beraktivitas di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Ketika melintas di lokasi kejadian, korban berhadapan dengan sekelompok pemuda yang diduga sedang bersiap melakukan tawuran.
Situasi kemudian berujung pada penyerangan menggunakan busur panah. Anak panah mengenai bagian perut bawah korban hingga mendekati area selangkangan.
Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena mengalami luka serius, korban menjalani penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan milik TNI AU.
Tujuh Orang Diamankan Polisi
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan bahwa polisi telah mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Mereka masing-masing berinisial R (14), B (16), RF (19), F (16), I (15), A (15), dan AKB (18). Karena terdapat sejumlah orang yang masih di bawah umur, proses hukum terhadap mereka harus memperhatikan ketentuan peradilan pidana anak.
Dari pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengaku berada di lokasi untuk melakukan tawuran. Polisi juga menyebut orang yang diduga melepaskan anak panah ke arah korban telah mengakui keterlibatannya.
Petugas turut mengamankan barang bukti berupa ketapel pelontar dan anak panah busur. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan peran setiap orang serta mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Penyerangan Diduga Dipicu Dendam
Polisi menduga penyerangan tersebut berkaitan dengan dendam akibat tawuran antarkelompok pemuda yang terjadi sebelumnya. Kelompok itu diduga mencari kelompok lawan sebelum insiden pembusuran terjadi.
Meski demikian, penyidik masih mendalami motif dan keterlibatan masing-masing pihak. Informasi mengenai motif tersebut masih merupakan hasil pemeriksaan awal kepolisian.
Kasus ini kembali menyoroti bahaya tawuran dan penggunaan senjata tajam di lingkungan masyarakat. Aksi kekerasan di jalanan tidak hanya membahayakan kelompok yang terlibat, tetapi juga dapat mengancam keselamatan orang lain yang kebetulan melintas.
Polisi menegaskan proses penyelidikan terus berjalan. Para terduga pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum berdasarkan peran dan dugaan perbuatan masing-masing.
Sumber: CNN Indonesia
