WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) bersiap mengirim tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel dalam beberapa pekan mendatang. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran pecahnya kembali konflik besar dengan Iran.
Mengutip laporan media Israel Walla, saat ini sekitar 3.000 personel militer AS telah berada di Israel. Mereka menjalankan berbagai tugas, termasuk mengoperasikan sistem pertahanan udara, menjadi pilot, menangani dukungan dan logistik, serta bertugas di sejumlah markas militer.
Penambahan pasukan dan pesawat tersebut disebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan eskalasi baru di Timur Tengah. AS juga diketahui tengah memperkuat kehadiran militernya di kawasan setelah ketegangan dengan Iran kembali meningkat.
Situasi tersebut terjadi bersamaan dengan pengerahan kekuatan militer AS dalam jumlah besar ke Timur Tengah. Sekitar 9.000 personel tambahan, yang terdiri dari sekitar 7.000 pelaut dan 2.000 marinir, sedang menuju kawasan tersebut. Pengerahan ini mencakup kelompok kapal induk USS Theodore Roosevelt dan USS Makin Island Amphibious Ready Group.
Jika seluruh pengerahan berjalan sesuai rencana, AS berpotensi memiliki tiga kelompok tempur kapal induk di kawasan Timur Tengah. Kehadiran militer dalam skala besar tersebut memberi Washington lebih banyak pilihan jika Presiden Donald Trump memutuskan meningkatkan operasi terhadap Iran.
Israel Bersiap Hadapi Iran
Di sisi lain, militer Israel juga dilaporkan terus mempersiapkan kemungkinan terjadinya konfrontasi baru dengan Iran. Koordinasi antara Israel dan Komando Pusat AS (CENTCOM) disebut semakin erat, terutama untuk menghadapi kemungkinan serangan rudal Iran terhadap Israel maupun negara-negara di kawasan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah kawasan Timur Tengah kembali menuju perang terbuka. Namun, penambahan pasukan belum otomatis berarti perang baru akan segera dimulai. Langkah tersebut juga dapat dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kesiapan pertahanan dan memberikan pilihan strategis kepada AS serta Israel jika situasi memburuk.
Ketegangan juga berdampak pada sektor energi. Sebelumnya, AS telah mengirim tambahan sistem pertahanan rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi penting dari kemungkinan serangan jika operasi militer terhadap Iran kembali meningkat.
Dengan meningkatnya pengerahan militer AS, persiapan Israel, serta ketegangan Washington dan Teheran, perhatian dunia kini tertuju pada kemungkinan eskalasi berikutnya. Jika konflik kembali meluas, dampaknya berpotensi menjalar ke keamanan kawasan, jalur pelayaran, hingga harga energi global.
Sumber: CNN Indonesia