Seo Services

Eks Bos Intel Israel Gugat Netanyahu, Minta Rp17 Miliar

 

TEL AVIV – Mantan Kepala Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet), Ronen Bar, menggugat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas dugaan pencemaran nama baik. Gugatan tersebut berkaitan dengan saling tuding mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Gugatan yang diajukan pada Rabu (14/10/2026) itu meminta ganti rugi sebesar 3 juta shekel Israel. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$968 ribu atau setara Rp17 miliar, bergantung pada kurs yang digunakan. Kasus ini mencuat menjelang pemilihan parlemen Israel pada 27 Oktober 2026.

Dalam dokumen gugatan setebal 134 halaman, Bar membantah tuduhan bahwa dirinya gagal memberi peringatan kepada Netanyahu sebelum serangan Hamas. Ia menyatakan telah menyampaikan informasi mengenai potensi ancaman melalui sekretaris militer perdana menteri, meskipun tidak memiliki nomor telepon langsung Netanyahu.

Bar menilai pernyataan Netanyahu yang menyebut adanya kegagalan serius dari jajaran keamanan telah merusak reputasinya. Ia juga menuding tuduhan tersebut mengalihkan perhatian dari tanggung jawab pemerintah atas kegagalan mencegah serangan tersebut.

Di sisi lain, Netanyahu membantah telah menerima peringatan langsung dari Bar pada pagi hari ketika serangan terjadi. Melalui pernyataan Partai Likud, Netanyahu mempertanyakan mengapa Bar tidak menghubunginya secara langsung jika mengetahui ancaman yang akan datang.

Perselisihan ini menjadi bagian dari perdebatan panjang di Israel mengenai kegagalan intelijen dan keamanan menjelang serangan 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan memicu perang berkepanjangan di Jalur Gaza.

Bar sendiri mengundurkan diri dari jabatan kepala Shin Bet pada 2025 di tengah sorotan terhadap kegagalan badan tersebut mengantisipasi serangan. Ia mengakui adanya tanggung jawab institusional, tetapi menolak tuduhan bahwa dirinya sengaja tidak memberi informasi kepada perdana menteri.

Kasus hukum ini juga muncul dalam situasi politik yang sensitif menjelang pemilu Israel. Gugatan Bar berpotensi kembali memusatkan perhatian publik pada pertanyaan tentang siapa yang mengetahui ancaman serangan Hamas, kapan informasi itu disampaikan, dan sejauh mana tanggung jawab para pemimpin politik serta keamanan.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.