Seo Services

Kebon Baru Andalkan Teba, Cilandak Barat Pamerkan Wisata

 

JAKARTA — Dua kelurahan di Jakarta Selatan, yakni Kebon Baru dan Cilandak Barat, menampilkan program unggulan masing-masing dalam rangkaian penilaian final Benyamin S Award (BSA) 2026. Kebon Baru mengandalkan pengelolaan sampah organik melalui sistem teba dan bank sampah, sedangkan Cilandak Barat mempromosikan potensi wisata Museum Basoeki Abdullah.

Kedua kelurahan menggelar festival pada Jumat (9/10) untuk memperlihatkan berbagai inovasi dan kegiatan masyarakat kepada tim penilai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menunjukkan program yang dinilai mampu menciptakan lingkungan bersih, indah, nyaman, dan sejahtera.


Kebon Baru Unggulkan Pengelolaan Sampah


Kelurahan Kebon Baru menggelar Festival Juara Kebon Baru. Dalam kegiatan tersebut, tim penilai diajak melihat berbagai program lingkungan, termasuk bank sampah dan sembilan teba yang dimanfaatkan untuk mengelola sampah organik rumah tangga.

Teba merupakan metode pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan lubang di pekarangan rumah. Sistem ini diharapkan dapat membantu mengurangi sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.


Selain program lingkungan, festival juga melibatkan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai kegiatan turut digelar, mulai dari pertunjukan tari tradisional, lomba mewarnai anak-anak, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Melalui kegiatan tersebut, Kebon Baru berupaya menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.


Cilandak Barat Promosikan Museum Basoeki Abdullah


Berbeda dengan Kebon Baru, Kelurahan Cilandak Barat menonjolkan sektor wisata dengan memperkenalkan Museum Basoeki Abdullah sebagai salah satu daya tarik wilayahnya.

Tim penilai diajak mengunjungi museum untuk melihat potensi wisata seni dan budaya yang dapat dikembangkan. Festival yang digelar di kawasan tersebut juga menghadirkan berbagai pertunjukan, seperti tari tradisional, peragaan busana, musik, dan lenong Betawi.


Pelaku UMKM turut berpartisipasi dengan membuka stan produk lokal. Keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat daya tarik kegiatan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.


Sepuluh Kelurahan Bersaing dalam BSA 2026


Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menjelaskan, proses seleksi dilakukan terhadap sejumlah kelurahan sebelum ditetapkan menjadi finalis. Penilaian mempertimbangkan kemampuan wilayah dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan serta menjalankan program strategis pemerintah daerah.

Menurut Syafrin, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Program pengelolaan sampah, pemberdayaan warga, dan penguatan UMKM termasuk bidang yang mendapat perhatian.


Selain Kebon Baru dan Cilandak Barat, delapan finalis lainnya berasal dari berbagai wilayah di Jakarta, yakni Pulau Panggang, Kelapa Gading Timur, Malaka Sari, Utan Kayu Selatan, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, dan Kebon Sirih.

Rangkaian penilaian dijadwalkan berlanjut melalui festival para finalis pada 11 Oktober, presentasi program oleh para lurah pada 15 Oktober, serta acara puncak Benyamin S Award pada 30 Oktober 2026.


Penghargaan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini bertujuan mengapresiasi pemimpin wilayah yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan. Melalui ajang tersebut, berbagai inovasi di tingkat kelurahan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Jakarta.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.