JAKARTA – Harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe kembali mengalami kenaikan. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp9.500 per kilogram kini disebut telah mencapai sekitar Rp11.600 per kilogram, bahkan di sejumlah daerah menyentuh Rp12.000 per kilogram.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap salah satu penyebab utama kenaikan tersebut adalah produksi kedelai dalam negeri yang belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Kondisi itu membuat Indonesia masih bergantung pada pasokan kedelai dari luar negeri.
Plt Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Gunawan mengatakan keterbatasan produksi domestik menyebabkan pasokan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan. Ketergantungan tersebut pada akhirnya ikut memberikan tekanan terhadap harga kedelai di pasar.
Kondisi ini juga dirasakan langsung oleh para perajin tahu dan tempe. Kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat, sementara perajin harus tetap menjaga harga jual produknya agar tidak kehilangan konsumen.
Untuk mengatasi persoalan tersebut dalam jangka panjang, pemerintah berupaya meningkatkan produksi kedelai nasional. Kementan memberikan bantuan benih untuk lahan seluas 50.000 hektare pada 2026. Dari lahan tersebut, produksi kedelai diharapkan mencapai sekitar 50.000 ton.
Jika bantuan sarana produksi lain seperti pupuk dan pestisida turut diperhitungkan, produksi kedelai dari program tersebut diharapkan dapat mencapai lebih dari 75.000 ton.
Di sisi lain, pemerintah juga memiliki Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Kedelai. Namun, program tersebut tidak otomatis diberikan setiap kali harga kedelai mengalami kenaikan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjadikan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebagai salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan SPHP. Untuk kedelai impor, HAP di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram. Sementara kedelai lokal memiliki acuan berbeda di tingkat produsen dan konsumen.
Pemerintah menyatakan terus memantau perkembangan harga dan pasokan kedelai. Jika diperlukan, intervensi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi harga, ketersediaan pasokan, serta ketepatan sasaran program.
Kenaikan harga kedelai menjadi perhatian karena komoditas tersebut berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha tahu dan tempe yang banyak dijalankan pelaku UMKM. Pemerintah pun didorong tidak hanya menjaga harga dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat produksi kedelai domestik agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi.
Sumber: CNN Indonesia